Keributan terjadi antara pengamen dan gembel di area pedestrian di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) nan sudah tidak difungsikan di area Stasiun Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Sabtu (25/4) malam.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.40 WIB.
Saat itu, salah seorang petugas keamanan dalam (PKD) Stasiun Bogor nan sedang patroli di selasar luar menerima laporan dari penumpang mengenai adanya keributan di letak tersebut.
PKD pun langsung menuju tempat kejadian perkara untuk memastikan informasi. Namun saat tiba, keributan sudah beranjak lantaran korban nan merupakan gembel itu berlari ke arah pedestrian di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
"Dari keterangannya, PKD itu sempat berupaya melerai agar keributan tidak merembet masuk ke area stasiun. Setelah dicoba dilerai, baik korban maupun pelaku pengeroyokan langsung membubarkan diri. Saat kejadian itu PKD tidak mendokumentasi lantaran saat itu tidak memegang HP," ujar Waluyo saat dikonfirmasi, Minggu (26/4).
Pelaku, seorang pengamen itu dilaporkan melarikan diri ke arah Jembatan Merah, Bogor Tengah sementara korban nan merupakan gembel melangkah menuju Jalan Lapas Paledang, Bogor Tengah.
Berdasar info dari penduduk sekitar, pengeroyokan diduga dipicu tindakan pemalakan.
Korban nan disebut sebagai gembel diduga memalak pengamen. Karena tidak diberi uang, korban kemudian mengambil paksa gitar milik pengamen dan membantingnya, sehingga memicu keributan hingga berujung dugaan pengeroyokan.
Waluyo pun mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya tetap melakukan penelusuran mengenai peristiwa tersebut.
“Kami tetap melakukan pencarian terhadap kedua belah pihak untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Identitas korban maupun pelaku saat ini juga tetap dalam proses penyelidikan,” katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·