Wall Street Menguat, Didorong Moncernya Laporan Keuangan Perusahaan di AS

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (30/4). Hal ini terjadi seiring kuatnya keahlian untung perusahaan nan bisa mengimbangi guncangan pasokan minyak akibat perang di Iran.

Dikutip dari Reuters Jumat (1/5), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 790,33 poin alias 1,62 persen menjadi 49.652,14, S&P 500 naik 73,05 poin alias 1,02 persen menjadi 7.209,00, dan Nasdaq Composite naik 219,07 poin alias 0,89 persen menjadi 24.892,31.

S&P 500 mencatat kenaikan persentase bulanan terbesar sejak November 2020. Sementara kenaikan bulanan Nasdaq merupakan nan terbesar sejak April 2020 dan kenaikan bulanan Dow merupakan nan terbesar sejak November 2024.

“Banyak info ekonomi nan menenangkan kekhawatiran investor. Selain itu, ada keahlian untung nan cukup baik dari beragam perusahaan, dan kita memandang perihal itu semakin meluas hari ini. Selama belum ada perubahan pada dinamika pasar maupun ekonomi, momentum tetap berada di sisi bullish,” kata Paul Nolte, penasihat kekayaan senior sekaligus mahir strategi pasar di Murphy & Sylvest di Elmhurst, Illinois.

Saham sektor industri didorong oleh saham Caterpillar nan memimpin penguatan Dow Jones Industrial. Sementara sektor teknologi membatasi kenaikan Nasdaq setelah serangkaian laporan finansial perusahaan besar dirilis pada Rabu malam.

Empat perhsahaan personil golongan Magnificent Seven ialah Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft nan mengenai kepintaran buatan alias AI juga sudah melaporkan keahlian mereka

Saham Alphabet melonjak 10,0 persen setelah melaporkan kuartal rekor untuk unit cloud-nya, sementara Amazon naik 0,8 persen. Meta dan Microsoft masing-masing turun 8,7 persen dan 3,9 persen akibat kekhawatiran mengenai shopping kepintaran buatan. Sedangkan Apple dan personil lain dari Magnificent Seven dijadwalkan segera melaporkan kinerjanya

Jumlah saham nan naik mengungguli nan turun dengan rasio 4,1 banding 1 di NYSE. Terdapat 465 saham mencetak level tertinggi baru dan 56 mencapai level terendah baru.

Di Nasdaq, 3.497 saham naik dan 1.251 turun, dengan rasio saham naik terhadap turun sebesar 2,8 banding 1.

S&P 500 mencatat 37 saham mencapai level tertinggi 52 minggu dan 15 terendah, sementara Nasdaq Composite mencatat 114 tertinggi baru dan 98 terendah baru. Volume perdagangan di bursa AS mencapai 16,96 miliar saham, dibandingkan rata-rata 17,73 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan