Babak Baru Hilirisasi Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan di Sei Mangkeiamp;nbsp;

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Babak Baru Hilirisasi Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan di Sei Mangkei 

Babak Baru Hilirisasi Dimulai, Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan di Sei Mangkei (Foto: PTPN)

JAKARTA - Pemerintah memulai babak baru program hilirisasi nasional. Sebanyak 13 proyek strategis dengan nilai investasi sekitar Rp116 triliun resmi memasuki tahap pembangunan pada tahun ini. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional. 

Peresmian groundbreaking Danantara Fase II 2026 dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.

“Hari ini cukup bersejarah, kita memulai hilirisasi tahap kedua nan mencakup 13 proyek strategis,” ujar Prabowo. 

Dia menambahkan, pemerintah tidak bakal berakhir pada tahap ini. Sejumlah proyek lanjutan apalagi telah disiapkan untuk memperluas cakupan hilirisasi di beragam sektor, mulai dari daya hingga pertanian. Program ini juga ditopang konsolidasi pembiayaan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). 

CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut bahwa pihaknya berfokus mengoptimalkan aset strategis BUMN agar proyek hilirisasi mempunyai fondasi pendanaan nan kuat. Menurut Rosan, sinergi antar-lembaga menjadi kunci agar proyek berskala besar tersebut melangkah terukur sekaligus memberikan akibat ekonomi nan berkelanjutan. 

Di sektor perkebunan, penerapan hilirisasi tahap kedua mulai terlihat melalui pembangunan akomodasi pengolahan kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Proyek ini digarap oleh sub holding PTPN III (Perseo), PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional. 

Direktur Bisnis PTPN III (Persero) Ryanto Wisnuardhy mengatakan bahwa pengembangan industri turunan sawit menjadi langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan impor energi, khususnya bahan bakar solar. 

“Kebutuhan solar kita tetap sangat besar. Melalui biodiesel berbasis sawit, kita berupaya memperkuat pasokan dari dalam negeri,” ujarnya. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com