Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan peningkatan literasi dan sistem perlindungan penduduk diperlukan di era digitalisasi nan berkembang cepat. Sebab perkembangan digital saat ini membuka kesempatan nan cukup besar untuk wanita Indonesia.
"Revolusi digital saat ini sejatinya membuka kesempatan ekonomi besar bagi wanita Indonesia, namun di saat berbarengan ancaman kekerasan berbasis kelamin online (KBGO) nan dihadapi wanita terus meningkat. Hal ini kudu menjadi perhatian serius semua pihak," kata Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Senin (20/4).
Data Kementerian Komunitas dan Digital (Kemenkomdigi) 2025 menunjukkan 64,5% alias 37 juta pelaku UMKM adalah perempuan. Namun di sisi lain, Komnas Perempuan mencatat 8.543 pengaduan kasus KBGO sepanjang 2025, nomor itu meningkat 35% dari tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam upaya mengedepankan peran aktif wanita dalam proses pembangunan, merealisasikan peningkatan partisipasi wanita di sektor UMKM dengan memanfaatkan perkembangan digital nan ada, merupakan langkah nan strategis," kata Lestari dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Dia mengatakan langkah tersebut kudu dibarengi dengan upaya intensif meningkatkan literasi dan penerapan sistem perlindungan nan memadai bagi wanita dan anak di ruang digital.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan para pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mewujudkan ekosistem digital nan kondusif dan produktif bagi setiap penduduk negara, termasuk wanita dan anak kudu segera dilakukan.
Karena itu peningkatan partisipasi wanita dalam proses pembangunan merupakan bagian dari upaya melahirkan generasi penerus bangsa nan sehat dan berkekuatan saing di masa depan.
"Kolaborasi pemerintah, swasta, komunitas, dan masyarakat bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan lingkungan nan aman, serta meningkatkan peran wanita Indonesia dalam proses pembangunan," tutupnya.
(akn/ega)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·