JAKARTA - Dzulqadah adalah bulan ke-11 dalam almanak Hijriah nan secara harfiah berfaedah "bulan duduk". Nama ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab era dulu nan berakhir bertempur untuk menyambut musim haji.
Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam Islam berbareng dengan Muharram, Rajab, dan Dzulhijjah. Pada bulan-bulan haram ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak kebaikan saleh dan menjauhi keburukan alias kezaliman.
Berikut keistimewaan dari bulan Dzulqadah, sebagaimana dilansir dari NU Online:
4 Keutamaan Bulan Dzulqadah
1. Termasuk Al-Asyhurul Hurum
Sebagaimana disebutkan, Dzulqadah adalah salah satu dari empat bulan nan disucikan oleh Allah SWT. Di bulan-bulan ini, kebaikan ibadah dilipatgandakan pahalanya, namun di sisi lain, kemaksiatan juga bakal mendapat ganjaran dosa nan lebih berat.
2. Bulan nan Dilarang Berperang
Bulan Dzulqadah menjadi waktu nan kondusif bagi umat Muslim untuk melakukan perjalanan ibadah tanpa gangguan bentrok fisik.
3. Termasuk dalam Tiga Bulan Haji
Dzulqadah adalah salah satu dari tiga bulan haji nan dimaksudkan dalam surat Al-Baqarah ayat 197, nan dibuka dengan kalimat berikut:
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ
Al-ḥajju asyhurum ma‘lūmāt
Artinya: "(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan nan telah dimaklumi."
Menurut tafsir, nan dimaksud bulan-bulan nan dimaklumi adalah Syawal, Dzulqadah, dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Pada rentang waktu inilah seseorang diperbolehkan mulai melakukan ihram, sebagai masa persiapan dan penyelenggaraan rangkaian ibadah haji.
4. Bulan Umrah Rasulullah
Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah melaksanakan umrah selain pada bulan Dzulqadah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·