Liputan6.com, Jakarta - Aksi pemalakan alias premanisme kembali marak di sekitar area Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebuah video apalagi sempat viral, saat supir bajaj dipalak Rp 100 ribu.
Menanggapi perihal tersebut, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyatakan pihaknya tengah menyelidiki untuk menangkap pelaku pemerasan.
“Saat ini personil tetap melakukan lidik untuk menemukan pelaku yangg diduga melakukan pemalakan,” kata Dhimas saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).
Dhimas mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan patroli berbareng untuk mencegah pemalakan kembali terulang.
“Kami melakukan koordinasi dengan pihak mengenai misal kecamatan dan satpol PP serta dinas perhubungan, untuk laksanakan patroli berbareng sama di wilayah rawan pungli agar semua pihak mengenai tidak hanya kepolisian bisa mencegah,” kata Dhimas.
Dalam video nan diunggah akun Instagram @jakarta.terkini, preman Tanah Abang itu disebut bakal memukul alias meneriaki pengemudi sebagai maling jika permintaannya tidak dituruti.
“Sopir bajaj juga mengaku, jika tidak memberikan duit setoran, mereka kerap mendapat ancaman. Mulai dari diteriaki maling hingga pemukulan. Meski merasa dirugikan, para pengemudi bajaj mengaku tidak bisa melawan. Pasalnya, letak tersebut merupakan tempat mereka mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari,” tulis akun tersebut.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·