Presiden Donald Trump menyerang Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni usai memihak Paus Leo XIV pada Selasa (14/4). Trump menyebut Meloni tak punya keberanian.
“Saya terkejut olehnya. Saya pikir dia punya keberanian. Saya salah,” katanya seperti dikutip dalam tulisan berkata Italia tersebut dilansir Reuters, Rabu (15/4)/
Meloni sebelumnya merupakan pendukung vokal Trump, tetapi dia mulai menjaga jarak setelah Trump bertempur dengan Iran pada Februari. Pada Senin, dia secara terbuka mengkritik Trump lantaran menyerang Paus Leo, dengan menyebut serangan verbal tersebut “tidak dapat diterima”.
Trump merespons dalam wawancara dengan Corriere della Sera, dengan mengatakan Meloni “sangat berbeda dari nan saya kira” dan mengecamnya lantaran menolak membantu membuka kembali Selat Hormuz nan telah diblokir Iran.
Gedung Putih menolak mengomentari quote nan dilaporkan tersebut. Kantor Meloni juga menolak berkomentar, namun para politisi dari beragam kubu membelanya, termasuk Menteri Luar Negeri Antonio Tajani, nan juga kepala partai koalisi Forza Italia.
“Kami adalah, dan bakal tetap menjadi, pendukung tulus persatuan Barat serta sekutu setia Amerika Serikat, tetapi persatuan itu dibangun atas dasar loyalitas, rasa hormat, dan keterbukaan satu sama lain,” ujarnya, seraya memuji Meloni lantaran mengecam serangan Trump terhadap Paus.
“Mengenai Paus Leo XIV, dia mengatakan persis apa nan dipikirkan semua penduduk Italia,” tambahnya dalam pernyataan di X.
Kritik Trump menandai perubahan sikap nan dramatis terhadap Meloni, satu-satunya pemimpin Eropa nan menghadiri pelantikannya pada 2025, dan nan sebelumnya dia puji sebagai “pemimpin hebat” hanya sebulan lalu.
Pada Selasa, dia menuduh Meloni kandas mendukung upaya Amerika Serikat dalam menangani program nuklir Iran dan menjamin kelancaran pasokan daya melalui Teluk, dengan mengatakan bahwa Meloni mau Amerika “melakukan pekerjaan itu untuknya.”
Saat ditanya tentang kecaman Meloni terhadap komentarnya mengenai Paus Leo, Trump berkata: “Dialah nan tidak dapat diterima, lantaran dia tidak peduli apakah Iran mempunyai senjata nuklir dan bisa menghancurkan Italia dalam dua menit jika mendapat kesempatan.”
Teguran tersebut menutup bulan nan penuh gejolak bagi Meloni, nan kalah dalam referendum krusial tentang reformasi peradilan pada Maret, dan kemudian memandang sekutu politiknya Viktor Orban terguling dari kekuasaan di Hungaria.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·