Perjalanan internasional tetap menjadi pilihan banyak orang pada 2026, namun di saat nan sama wisatawan menilai berjalan ke luar negeri sekarang semakin berisiko dan susah diprediksi.
Hal itu terungkap dalam survei Global Rescue Winter 2026 Traveler Sentiment and Safety Survey nan melibatkan lebih dari 1.400 personil aktif, maupun mantan personil Global Rescue pada 13-17 Januari 2026.
Hasil survei menunjukkan kebanyakan responden percaya perjalanan internasional pada 2026 bakal lebih berbahaya, alias semakin tidak menentu dibandingkan era sebelum 2020.
Kekhawatiran terbesar visitor adalah jatuh sakit alias mengalami cedera saat berada di luar negeri. Sebanyak 31 persen responden menyebut kondisi tersebut sebagai gangguan perjalanan paling mengkhawatirkan pada 2026.
Di posisi berikutnya, visitor juga mencemaskan kerusuhan sipil dan tindakan terorisme. Sementara 12 persen responden cemas kehilangan paspor, kartu kredit, alias dompet saat bepergian.
Sebagian mini lainnya, sekitar 3 persen, menyebut ancaman nan lebih besar, seperti perang, penculikan, dan musibah alam sebagai kekhawatiran utama.
CEO The Global Rescue Companies, Dan Richards, mengatakan kekhawatiran visitor saat ini bukan hanya soal geopolitik global.
“Darurat kesehatan, ketidakstabilan di destinasi, dan keahlian pulang ketika terjadi masalah menjadi perhatian nyata wisatawan,” ujarnya.
Perempuan dan Laki-laki Punya Kekhawatiran Berbeda
Survei juga mencatat laki-laki condong menggambarkan perjalanan sebagai sesuatu nan berbahaya, sementara wanita lebih sering menyebut perjalanan sekarang penuh ketidakpastian.
Menurut Richards, ketidakpastian sekarang menjadi karakter utama perjalanan internasional dan berakibat besar terhadap pentingnya kesiapan wisatawan.
Meski banyak kekhawatiran, minat masyarakat untuk berjalan tetap tinggi. Sebanyak 41 persen responden menyebut resolusi perjalanan terpenting mereka pada 2026 adalah mengunjungi destinasi baru.
Bahkan, lebih dari separuh responden mengaku lebih tertarik ke tempat-tempat nan belum terlalu terkenal dan tidak terlalu ramai, dibanding destinasi terkenal dengan prasarana wisata mapan.
“Wisatawan jelas memprioritaskan penemuan perihal baru pada 2026,” kata Richards.
Menurutnya, semangat eksplorasi itu membawa tantangan tambahan, sehingga kesiapan medis, keamanan, dan rencana pemindahan tetap krusial bagi visitor modern.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·