Siswa di Riau Tewas Usai Peragakan Senapan 3D di Sekolah: Guru Jadi Tersangka

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam konvensi pers didampingi Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Raja Kosmos dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Ipda Andreas Silaban. Foto: ANTARA/HO-Polres Siak

Oknum pembimbing berinisial IP (35) ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan fatal berupa ledakan nan menyebabkan meninggalnya seorang siswa saat ujian praktik sains di Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak.

Kepala Polres Siak, Ajun Komisaris Besar Polisi Sepuh Ade Irsyam Siregar, menjelaskan penetapan tersangka terhadap IP didasarkan pada unsur kealpaan alias kelalaian.

Sebagai pembimbing pembimbing, tersangka diketahui sudah mengetahui bahwa proyek sains nan dibuat korban merupakan senjata nan menggunakan bahan peledak.

​"Tersangka IP sudah mengetahui bahwa karya siswa tersebut dapat mengeluarkan ledakan. Korban juga sudah memaparkan bahan-bahan nan digunakan serta langkah kerjanya. Namun, tersangka tetap memberikan izin kepada korban untuk mempraktekkannya di lapangan hingga terjadi kejadian mematikan ini," kata Ade di Siak dilansir Antara, Rabu (15/4).

​Dia mengatakan dalam kasus ini, pihak kepolisian telah memeriksa 16 orang saksi, termasuk siswa, guru, dan master forensik. Sejumlah peralatan bukti juga telah disita, di antaranya printer 3D, laptop dan kamera.

Kemudian ​pecahan material printing 3D berbentuk popor dan lade senapan, dua buah besi hitam panjang 70,5 centimeter dan 81 cm serta 60 butir besi bulat.

Tak hanya itu, ada juga serbuk hitam, sumbu, mancis, dan potongan obat nyamuk nan diduga sebagai bahan pemicu ledakan.

Tersangka IP dijerat dengan Pasal 474 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atas kealpaannya nan mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

​"Tersangka terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun alias pidana denda kategori V," ucap Ade.

Ledakan saat Science Show

Diketahui peristiwa tragis terjadi pada Rabu ,(8/4) saat sekolah itu sedang menyelenggarakan aktivitas "Science Show" alias ujian praktik mata pelajaran IPA. Korban, seorang siswa kelas IX berinisial MAA (15), berbareng kelompoknya hendak memperagakan hasil karya berupa senapan rakitan nan dibuat menggunakan teknologi 3D Printer di lapangan sekolah.

Ketika dimulai, nan berkepentingan memperingatkan teman-temannya untuk menjauh dari lokasi. Akan tetapi saat korban mengambil posisi dan melakukan tembakan, senapan 3D rakitan tersebut justru meledak.

Suara ledakan nan sangat keras terdengar hingga menghamburkan pecahan material senapan ke arah aula dan tembok kelas. Nahas, serpihan ledakan tersebut mengenai bagian wajah dan kepala korban.

Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Siak, nyawa remaja tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan