Sistem Keuangan Kripto Dibobol, Aset Rp 5,03 Triliun Raib

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi diagram pasar saham kripto. Foto: Shutterstock

Peretas sukses membobol sebuah sistem transfer antar blockchain atau cross-chain bridge pada Sabtu (19/4). Total aset kripto yang dicuri mencapai USD 293 juta alias sekitar Rp 5,03 T (kurs Rp 17.185 per USD).

Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (19/4) peretas melakukan peretasan pada salah satu Decentralized Finance (DeFi) alias sistem keuangan kripto sebesar 116.500 rsETH alias token mata uang digital turunan dari Ether (ETH) nan sudah diinvestasikan. Selain itu, peretasan tersebut juga menjadikannya peretasan DeFi terbesar tahun ini.

“Kami mengidentifikasi aktivitas lintas chain mencurigakan nan melibatkan rsETH. Kami telah menghentikan sementara perjanjian rsETH di mainnet dan beberapa L2 sembari melakukan investigasi,” kata Kelp DAO nan merupakan penerbit rsETH.

Kelp DAO merupakan protokol restaking nan memungkinkan pengguna menyetor token staking populer seperti stETH alias cbETH dan menerima rsETH sebagai gantinya. Token tersebut kemudian dapat digunakan di beragam aplikasi mata uang digital lain sembari tetap menghasilkan imbal hasil. Fleksibilitas itu membikin rsETH tersebar luas di beragam platform pinjaman, perdagangan, dan likuiditas terdesentralisasi.

Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock

Secara sederhana, protokol DeFi sering kali saling bertumpuk satu sama lain. Aset seperti rsETH digunakan kembali di beragam jasa sepert sebagai agunan pinjaman alias likuiditas di pool perdagangan. Ketika satu bagian gagal, perihal itu dapat mengguncang semua tempat di mana aset tersebut digunakan. Hal itu membikin peretasan nan terjadi kali ini memicu pengaruh berantai di beragam platform kripto.

“Ini bukan sekadar pemanfaatan satu protokol, tetapi langsung menjadi peristiwa contagion lintas protokol,” kata firma keamanan Cyvers.

Chief Technology Officer Cyvers, Meir Dolev, mengatakan peretasan tersebut sebenarnya bisa lebih buruk. Protokol tersebut hanya berjarak tiga menit dari potensi kehilangan tambahan akibat peretasan sebesar USD 100 juta.

Peretasan ini melampaui kejadian sebelumnya pada proyek berbasis Solana, Drift, sebagai peretasan DeFi terbesar tahun ini.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan