Liputan6.com, Jakarta - Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, melanjutkan persidangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta. Pada sidang tersebut, pihak Nadiem menghadirkan mahir pendidikan serta sejumlah tenaga pendidik dari beragam dari wilayah untuk mematahkan narasi dakwaan mengenai inefisiensi dan kerugian negara.
Menurut Nadiem, kesaksian para pembimbing adalah bukti nyata bahwa digitalisasi pendidikan telah menyentuh akar rumput, sekaligus membantah tudingan bahwa kebijakan tersebut merugikan negara.
"Sidang nan paling emosional buat saya. Karena tujuh pembimbing dari Aceh sampai Papua, semuanya terbang kesini untuk memberikan kesaksian mengenai gimana Chromebook mengubah pola belajar-mengajar di dalam ruang kelas mereka masing-masing,” kata Nadiem seperti dikutip Kamis (23/4/2026).
Dia mengungkap, kesaksian guru-guru di persidangan memberikan bukti bahwa laptop Chromebook sangat berfaedah bagi proses belajar dan mengajar. Terlebih lagi rupanya laptop tersebut bisa digunakan secara offline.
Seperti kesaksian Denny Adelyta Tofani Novitasari, Guru di Kota Sorong, Papua Barat Daya mengatakan. Biasanya dia membujuk siswa untuk melakukan praktek Kimia secara virtual dan itu bisa dilakukan menggunakan Chromebook lantaran kami punya nan sudah touchscreen jadi itu lebih memudahkan anak-anak untuk memahami pembelajaran.
“Chromebook ini tetap berfaedah dengan baik apalagi setelah digunakan sekitar lima tahun. Perangkat ini dapat langsung menyala tanpa perlu menekan tombol power (mendemonstrasikan perangkat), serta tidak selalu memerlukan hubungan internet lantaran tetap bisa digunakan secara offline untuk mengakses Google Docs, Sheets, Slides, hingga Google Drive," kata Denny.
Senada, Arby William Mamangsa, Kepala Sekolah di Kota Sorong, Papua Barat Daya menyebut seluruh kebutuhan pembelajaran sudah terintegrasi dalam sistem, termasuk dataguru dan siswa nan otomatis tersinkronisasi ke akun masing-masing.
"Ini memudahkan akses, termasuk untuk input alias upload nilai,” ungkap Arby.
Berikutnya,Muhamad Firman, Mantan Guru di Kecamatan Belimbing, nan sekarang menjabat sebagai Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Malawi, Kalimantan Barat, juga mengaku bisa menjalankan laptop berbasis Chromebook di wilayah 3T dengan hubungan internet terbatas.
“Saya mencoba memanfaatkan Chromebook ini di wilayah 3T nan memang waktu itu kondisinya ada sinyal tapi sangat terbatas. Listriknya menggunakan tenaga surya. Jadi waktu itu saya menggunakan Chromebook ini untuk mengajar Matematika terutama di Google Slide untuk presentasi dan juga Google Spreadsheet untuk membikin grafik-grafik tabel pada pelajaran Matematika. Saya menggunakan itu secara offline," akui dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·