Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau pembangunan kediaman sementara alias huntara untuk penduduk bantaran rel area Pasar Senen. Teddy memastikan pembangunan melangkah cepat.
Teddy didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Bobby Rasyidin dalam peninjauan nan dilakukan, Sabtu (25/4/2026) pagi. Lokasi kediaman nan baru ini, terletak sekitar 500 meter dari letak rel kereta Pasar Senen.
"Sesuai dengan pengarahan Bapak Presiden Prabowo, pemerintah sedang membangun kediaman nan layak dan nyaman bagi penduduk nan selama ini tetap kudu tinggal tepat di pinggir rel kereta api, khususnya di area Pasar Senen, hanya 2 km dari pusat ibu kota. Sejak puluhan tahun lalu, tetap banyak penduduk nan tinggal di pinggir rel kereta, tanpa genting nan layak, tidak mempunyai akomodasi air bersih dan akomodasi MCK," kata Teddy dilihat dari akun Instagramnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Teddy, pembangunan melangkah sigap berkah kerjasama antara Kementerian Perumahan dan sejumlah BUMN. Ke depan, penataan area kumuh serupa bakal dilakukan secara berjenjang di beragam letak lain.
"Pembangunan pun dilaksanakan dengan cepat, berkah kerjasama nan erat antara Kementerian Perumahan dan beberapa BUMN terkait. Penataan pemukiman menjadi lebih layak juga bakal dilakukan di tempat lain secara berjenjang dan berkala," ujarnya.
Terlihat dari foto, deretan huntara sudah berdiri dengan akomodasi komplit di dalamnya, seperti tempat tidur dan lemari. Selain hunian, beragam akomodasi juga mulai rampung termasuk tempat ibadah, MCK, air bersih, hingga arena bermain anak.
Diketahui, Presiden Prabowo secara mendadak berjamu ke area bantaran rel Pasar Senen, Kamis (26/3). Dalam kunjungan itu, Prabowo mendengar aspirasi penduduk dan menjanjikan kediaman layak.
Usai berkunjung, Prabowo menggelar rapat terbatas membahas pembangunan kediaman layak tersebut. Ia memerintahkan sejumlah menteri dan ketua PT KAI membangun kediaman layak bagi penduduk nan tinggal di bantaran rel kereta api area Senen.
Pada Jumat (27/3), tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan kediaman baru nan letaknya tidak jauh dari area original tinggal warga.
"Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan kediaman serta genting terbatas. Dan Bapak Presiden mau agar penduduk tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK nan layak untuk ditempati sesegera mungkin," ungkap Teddy.
Pemerintah membangun 324 unit huntara untuk merelokasi penduduk nan tinggal di bantaran rel area Senen, Jakarta Pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) memastikan kediaman itu memperhatikan kepantasan dan kenyamanan bagi masyarakat. Di kediaman tersebut, sudah ada akomodasi lengkap, seperti tempat tidur, lemari, dan lainnya.
"Satu unit huntara bakal dilengkapi dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin. Selain itu, area ini juga dilengkapi akomodasi pendukung seperti tempat makan, WC, dapur, mushola, dan ruang terbuka hijau," kata Ara dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Progres pembangunan huntara melangkah sigap dengan sasaran penyelesaian 15 Juni 2026. Namun, Ara menyoroti beberapa hambatan teknis nan tengah ditangani untuk memastikan proyek melangkah optimal.
"Memang ada beberapa perihal seperti PDAM, saya bakal langsung berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta. Untuk PLN dan Telkom, bakal saya koordinasikan dengan Pak Rosan dan Pak Doni. Ini kudu kita selesaikan sebelum 15 Juni," jelasnya.
(eva/idh)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·