Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas gagalnya perundingan tenteram di Pakistan.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi setibanya di St. Petersburg, Rusia, untuk berjumpa Presiden Vladimir Putin, Senin (27/4).
"Iran menilai pendekatan Amerika Serikat dengan tuntutan berlebihan membikin negosiasi kandas mencapai tujuan, meski sempat ada kemajuan," ujar Araghchi dalam media pemerintah Iran nan dilansir AFP.
Ia juga menekankan bahwa rumor jalur kondusif di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia di tengah saling blokade antara Iran dan AS.
Kunjungan ini terjadi saat upaya perdamaian antara Teheran dan Washington tetap buntu setelah rencana perundingan lanjutan di Pakistan kandas terlaksana.
Sebelumnya, Araghchi melakukan rangkaian diplomasi ke Oman dan Pakistan untuk menjaga kesempatan perbincangan tetap terbuka.
Namun, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan ke Islamabad, nan semakin memperkecil kesempatan terobosan.
Di sisi lain, AFP melaporkan Iran telah mengirim pesan tertulis kepada AS melalui Pakistan, berisi garis merah mengenai rumor nuklir dan Selat Hormuz.
Meski demikian, komunikasi tersebut disebut belum masuk tahap negosiasi formal.
Kebuntuan ini terjadi di tengah akibat ekonomi dunia nan terus terasa akibat konflik, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz nan menjadi jalur utama perdagangan daya dunia.
Situasi semakin kompleks dengan adanya blokade jawaban dari AS terhadap Iran di tengah gencatan senjata nan tetap berlangsung.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·