Said Abdullah: PDIP Tak Akan Tinggalkan NU, Tegaskan Politik Harus Jujur di Era Kepalsuan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Said juga menegaskan, PDIP mengangkat nilai-nilai Islam Wasathiyah nan menjadi karakter unik NU, ialah Islam nan moderat, adil, dan toleran.

“Islam Wasathiyah ini menjadi pedoman langkah langkah politik PDI Perjuangan, kita menolak Islam dihadirkan secara menakutkan, terutama di hadapan terhadap golongan minoritas, padahal mereka kerabat sebangsa sendiri. Keislaman kita kudu memayungi, memberi rahmat, dan kedamaian,” kata Said.

Said pun menyambut positif keterlibatan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama nan menjadikan PDI Perjuangan sebagai rumah politik. Ia mencontohkan sejumlah figur, seperti Gus Wahab di Jawa Timur hingga Abdullah Azwar Anas di tingkat pusat. Said berambisi lebih banyak kiai, gus, bu nyai, dan ning ikut ber-ijtihad politik berbareng PDIP, sekaligus membawa nilai dakwah dalam kehidupan berbangsa.

“Dengan kebersamaan ini, kami berambisi ada perbaikan, termasuk dalam kehidupan beribadah. Berdakwah dan membersamai PDI Perjuangan, insya Allah ganjarannya berlipat,” ujar Said.

Ia juga mengingatkan bahwa tradisi legal bihalal nan digelar saat ini mempunyai akar sejarah kuat, digagas oleh pendiri NU, KH Wahab Hasbullah, berbareng Soekarno sebagai upaya merajut persatuan bangsa.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita