Rieke Diah Desak Izin Operasional Taksi Green SM Dibekukan Sementara

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Anggota DPR RI Komisi XIII, Rieke Diah Pitaloka di Stasiun Bekasi Timur (29/4/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mendukung langkah pemerintah untuk mengaudit investigatif perusahaan taksi Green SM usai menjadi 'biang kerok' kecelakaan antara kereta api (KA) Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu.

Tragedi tabrakan beruntun itu bermulai dari tersangkutnya sebuah taksi hijau di perlintasan sebidang kereta api nan terindikasi menyebabkan eror pada sistem sinyal perkeretaapian. Insiden maut ini menelan sedikitnya 16 korban jiwa.

Ia mendesak ada pembekuan sementara izin operasional perusahaan taksi listrik Green SM.

​"Saya sudah menyatakan, mendukung Pak Presiden dan kementerian mengenai untuk membekukan setidaknya sementara izin operasional Green SM Taksi," ujar Rieke saat melakukan peninjauan di Stasiun Bekasi Timur (29/4).

Kendati begitu, Rieke menilai persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan dengan pembekuan izin, melainkan kudu diusut tuntas hingga ke aspek legalitas dan kelaikan teknis. Ia menyoroti asal-usul perusahaan nan berlindung di bawah konglomerasi Vietnam, di mana seluruh armadanya diimpor langsung dari negara tersebut.

"Kami tidak tahu apakah sudah melalui fine test namanya, sudah melalui uji kepantasan alias tidak sebagai mobil-mobil dengan menggunakan daya listrik, dan menjadi armada transportasi umum," tegasnya.

video from internal kumparan

Pemeran Oneng dalam sitkom Bajaj Bajuri ini membeberkan hasil penelusurannya nan menemukan indikasi kejanggalan pada proses keluarnya izin operasional taksi tersebut.

Izin itu dinilai terbit sangat sigap melalui sistem perizinan daring (OSS), ialah diajukan sekitar Januari 2024 dan keluar pada 15 Maret 2024. Ia menyayangkan mudahnya izin bagi penanammodal asing, nan sangat kontras dengan sulitnya pengusaha transportasi lokal bertahan.

​"Pas kita lagi Pemilu 2024, keputusan untuk perusahaan nan apalagi menggunakan armada langsung datang dari luar. Bagaimana mungkin bisa secepat itu sementara kita tahu taksi dalam negeri itu separuh meninggal untuk memperkuat hidup? Kalau kita tidak anti-asing, tapi tentu investasi di Indonesia juga jangan karpet merah untuk penanammodal luar tapi berdarah-darah untuk para pengusaha lokal sendiri," memberondong Rieke.

Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai berbenturan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menanggapi rumor mengenai nasib para pengemudi jika perusahaan taksi dibekukan, Rieke menegaskan keselamatan transportasi publik dan nyawa masyarakat jauh lebih krusial dibandingkan sekadar argumen lapangan pekerjaan.

"Emang ibu-ibu nan meninggal itu bukan perempuan-perempuan nan bekerja? Saya turun langsung begini lantaran apa? Karena enam orang nan meninggal itu adalah termasuk dari wilayah pemilihan saya di Kabupaten Bekasi. Ya itu perempuan-perempuan nan bekerja," pungkasnya.

Warga mengawasi kondisi taksi listrik nan rusak usai mengalami kecelakaan dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kata Green SM

Perusahaan taksi listrik, Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek nan menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi mengenai kecelakaan tersebut tetap berjalan. Belum ada konklusi nan diambil.

"Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas mengenai dengan menyampaikan info nan relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan