Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |07:39 WIB

Pemerintah memastikan bakal menghentikan impor bahan bakar minyak jenis solar mulai setelah semester I-2026. (Foto: Okezone.com/Kementan)
JAKARTA - Pemerintah memastikan bakal menghentikan impor bahan bakar minyak jenis solar mulai setelah semester I-2026 sebagai upaya mewujudkan kemandirian energi. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan Indonesia mempunyai sumber daya melimpah, khususnya crude palm oil (CPO), nan dapat dimanfaatkan untuk diversifikasi bahan bakar energi.
"Dulu kita impor 5 juta ton solar. Insya Allah 1 Juli 2026 kita stop impor dan beranjak ke biofuel dari produksi dalam negeri,” ujar Amran, Senin (20/4/2026).
Amran bukan hanya mengungkapkan soal pemerintah nan kian mempercepat transisi menuju biofuel berbasis minyak sawit dengan tujuan lepas dari ketergantungan impor. Selain itu, pemerintah juga tengah mengakselerasi pengembangan bioetanol (E20) nan berasal dari tebu, jagung, dan singkong sebagai opsi bahan bakar daya di masa mendatang.
Terkait bauran daya E20, Amran mengatakan sektor pertanian memikul peranan penting. Terkini, pemerintah menyatakan adanya tren nan sangat positif mengenai jumlah cadangan. Stok pangan nasional saat ini telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton, jauh melampaui capaian sebelumnya nan berada di kisaran 2,6 juta ton.
Pemerintah juga melakukan pengembangan daya berbasis sawit seperti bensin sawit (bio-gasoline). Perusahaan pelat merah dilibatkan untuk memastikan rantai pasok BBM tersebut.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·