Ratusan Rumah Rusak Imbas Gempa Magnitudo M4,7 di Adonara Flores Timur

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan rumah di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT mengalami kerusakan akibat gempa tektonik magnitudo 4,7 nan terjadi pada Rabu (8/4) malam. 

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur menyebut hingga Kamis (9/4) terdapat 215 rumah penduduk dan delapan akomodasi umum terdiri dari sekolah dan rumah ibadah mengalami kerusakan akibat gempa. Sedangkan nan mengungsi sebanyak 1.100 jiwa.

"Sementara nan terdata itu sekitar (rumah nan rusak) 215 kepala family kemudian jiwanya 1.100," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, Maria Goretty Nebo dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (9/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maria menjelaskan ada lima desa di Pulau Adonara nan mengalami akibat kerusakan akibat gempa ialah Desa Terong, Desa Lamahala Jaya, Desa Motonwutun, Desa Dawataah dan Desa Karing Lamalouk.

"Ini info sementaranya dari Terong di Adonara Timur dan Lamahala dan beberapa desa nan dekat-dekat situ hanya satu-dua KK saja nan rumahnya mengalami kerusakan tapi nan paling parah itu Desa Terong, datanya tetap bakal kami rinci lagi," ujarnya.

Di Desa Terong jumlah rumah penduduk nan alami kerusakan sebanyak 134 unit dan jumlah jiwa terdampak sebanyak 670 jiwa serta sepuluh mengalami luka ringan. Selain itu ada dua akomodasi umum nan mengalami kerusakan ialah Mushola Al-Hikmah dan SD Negeri Terong.

Untuk Desa Lamahala ada 70 rumah penduduk nan rusak akibat gempa dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 430 jiwa.

Di Desa Lamahala juga ada empat akomodasi umum nan rusak ialah satu mushola, satu masjid, SMA Muhammdiyah dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wewerang.

Guncangan gempa juga merusak empat unit rumah penduduk dan dua akomodasi umum di Desa Desa Motonwutun. Sedangkan di Desa Dawataah ada enam rumah rusak dan di Desa Karing ada satu rumah.

Saat ini BPBD Flores Timur sedang melakukan penanganan darurat pasca gempa dengan mengirimkan tenda, kasur, selimut, beras dan logistik lainnya.

Maria menyebut sebanyak 1.100 jiwa nan terdampak gempa saat ini mengungsi secara mandiri, ada nan di rumah family dan ada nan rumah penduduk lainnya nan tidak terdampak kerusakan. Tapi banyak warga yang memilih mengungsi ke lapangan lantaran trauma akibat gempa susulan nan tetap terus terjadi hingga Kamis (9/4) malam.

"Jadi sementara mereka mengungsi berdikari ada nan di rumah penduduk nan rumahnya tidak terkena tidak terdampak tapi ada banyak juga nan memang tinggalnya di luar begitu lantaran guncangan gempanya tetap susulan kecil-kecil tetap terjadi sampai sekarang," ucapnya.

"Satu tenda pengungsi dan 12 tenda kecil-kecil alias family tenda lantaran kondisi tenda kami juga terbatas lantaran banyak nan rusak patah saat digunakan di huntara," ujarnya.

Gempa tersebut juga telah mengakibatkan sepuluh orang penduduk terluka tapi semua telah tertangani secara baik oleh medis. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Diakui Maria, dalam proses pendataan dan penyediaan logistik terkendala dengan personil dan juga waktu lantaran kudu menyeberang laut. 

Gempa Bumi Tektonik berkekuatan magnitudo 4,7 nan mengguncang Kabupaten Flores Timur dan Lembata pada Rabu (8/4) malam pukul 23.17.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama mengatakan kekuatan gempa terbesar ialah M4,7 berpusat di koordinat 8,36 LS dan 123,15 BT, alias sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman dangkal 5 kilometer.

"Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi nan terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas sesar aktif," kata Arief melalui keterangan tertertulis, Rabu.

"Hingga (Rabu,8/4) pukul 23:47 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 4 aktifitas gempabumi susulan ( aftershock )," jelas Arief.

Sementara itu, dalam keterangan resmi nan dikeluarkan BMKG pada Kamis (9/4) hingga pukul 05.40 WIB telah terjadi 48 kali gempa susulan dengan nan tertinggi ialah magnitudo 3,8 di darat pada pukul 04.54 WIB, sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 3 kilometer.

(eli/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional