Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 20 April 2026 |21:24 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa esensial ekonomi Indonesia tetap handal di tengah eskalasi tensi geopolitik dan ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Menkeu dalam rangkaian Pertemuan Musim Semi (Spring Meeting) IMF dan Grup Bank Dunia nan berjalan pada 13-17 April 2026 di Washington DC, Amerika Serikat.
Dalam beragam forum dan pertemuan dengan penanammodal global, Purbaya menekankan bahwa ketahanan ekonomi nasional saat ini berakar pada reformasi struktural nan konsisten, bukan sekadar langkah darurat.
“Kita mendorong industri hilir, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan sumber daya manusia dan efisiensi. Jadi ke depannya, pertumbuhan Indonesia tidak hanya bakal stabil, tetapi juga bakal lebih produktif dan berkepanjangan serta menjadi lebih terdiversifikasi dan tangguh,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Di tengah krisis daya nan dipicu oleh bentrok di Timur Tengah, Purbaya memastikan APBN tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal tetap di bawah pemisah defisit 3 persen PDB.
Purbaya juga mencatat bahwa meskipun terjadi arus keluar devisa sebesar USD1,8 miliar dan depresiasi rupiah akibat guncangan eksternal, stabilitas makro Indonesia tetap terjaga.
“Kredibilitas ini memungkinkan Indonesia untuk menyerap nilai daya nan lebih tinggi tanpa mengorbankan support bagi golongan rentan alias melanggar pemisah defisit fiskal Indonesia,” tegasnya.
Adapun Purbaya menyampaikan optimisme tinggi untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2026 di kisaran 5,4-6 persen. Keyakinan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga nan kuat serta surplus perdagangan nan sukses dipertahankan selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.
Selain itu, Indonesia juga mulai memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam ekonomi digital. Pada tahun 2025, sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·