Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menjamin keselamatan jemaah haji di tengah bentrok Timur Tengah.
Di tengah dinamika geopolitik area nan tetap berlangsung, pemerintah menegaskan bahwa seluruh operasional haji difokuskan pada perlindungan penduduk negara.
Irfan Yusuf menyampaikan bahwa arah kebijakan ini merupakan petunjuk langsung dari Kepala Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permintaan dari Presiden kepada kami, mengenai dengan situasi ini, beliau mengatakan apapun keputusan kita, pertimbangan utama adalah keamanan dan keselamatan jemaah haji kita," ujar Irfan dalam siaran CNN Indonesia TV, Senin (20/4).
Untuk memastikan kelancaran teknis, pemerintah secara berkala melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji Arab Saudi, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
"Sampai hari ini semuanya memang menyatakan tetap dalam situasi baik untuk berangkat," ujar Irfan.
Meski laporan saat ini menunjukkan kondisi nan kondusif bagi kloter pertama untuk masuk asrama, pemerintah tetap menyusun sejumlah skenario persediaan operasional penerbangan.
Irfan menjelaskan bahwa skema pengganti ini disiapkan untuk merespons segala perubahan lapangan secara cepat.
"Ada kemungkinan terbang mungkin kudu melalui jalur nan berbeda. Atau mungkin apalagi tidak terbang sama sekali. Jadi itu semua tergantung situasi kelak dan semua sudah kita siapkan beragam kemungkinannya," ujar Irfan.
Selain agunan keamanan fisik, pemerintah turut memberikan kepastian finansial bagi para calon haji mengenai akibat kenaikan nilai avtur.
Irfan memastikan bahwa perubahan nilai tersebut tidak bakal meningkatkan tagihan kepada rakyat.
"Tidak bakal sepeser pun dibebankan pada jemaah pun 1 persen pun, enggak," tegasnya.
Para jamaah haji tahun 2026 ini dijadwalkan mulai memasuki pondok haji pada Selasa (21/4).
Sehari setelahnya, jemaah haji gelombang pertama bakal mulai diterbangkan dari Tanah Air menuju Madinah pada Rabu (22/4).
Sementara itu, jemaah gelombang kedua bakal menyusul diberangkatkan menuju Makkah melalui Bandara Jeddah mulai 7 Mei 2026.
Berikut adalah rincian komplit agenda Perjalanan Haji 2026:
Fase Keberangkatan
• 21 April 2026: Jemaah haji masuk pondok haji.
• 22 April 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
• 1 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah.
• 6 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
• 7 Mei 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
• 15 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah.
• 21 Mei 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah, sekaligus pemisah akhir kehadiran (closing date) di Bandara KAAIA Jeddah.
Fase Puncak Haji
• 25 Mei 2026: Pemberangkatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah.
• 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah.
• 27 Mei 2026: Hari Raya Iduladha 1447 H.
• 28 Mei 2026: Hari Tasyriq I.
• 29 Mei 2026: Hari Tasyriq II (Nafar Awal).
• 30 Mei 2026: Hari Tasyriq III (Nafar Tsani).
Fase Kepulangan
• 1 Juni 2026: Awal kehadiran jemaah haji gelombang I di Tanah Air.
• 7 Juni 2026: Awal pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah.
• 15 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air.
• 16 Juni 2026: Tahun Baru Hijriah 1448 H, sekaligus awal pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
• 21 Juni 2026: Akhir pemberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah.
• 30 Juni 2026: Akhir pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
• 1 Juli 2026: Akhir kehadiran jemaah haji gelombang II di Tanah Air.
(kna/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·