Purbaya: Kata S&P Rating Kredit RI Tak Akan Berubah Selama 2 Tahun, BBB Stabil

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja berbareng Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) menilai ranking angsuran Indonesia bakal tetap berada di level BBB dengan outlook stabil dalam dua tahun ke depan. Purbaya menceritakan, pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh ketua S&P saat keduanya berjumpa di Washington DC, Amerika Serikat (AS). “Jadi pas ngomong dia (pemimpin S&P) langsung buka, intinya dia bilang rating Anda tidak berubah. BBB outlook stabil. Wah, saya bilang terima kasih,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Selasa (21/4). Menurut dia, kepastian tersebut sempat membuatnya terkejut. Namun, S&P kemudian menjelaskan bahwa stabilnya rating itu mencerminkan tidak adanya perubahan peringkat. Meski begitu, S&P tetap bakal melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Purbaya menyebut, pertemuan lanjutan juga bakal dilakukan pada Juni mendatang untuk mengevaluasi konsistensi kebijakan nan telah disampaikan pemerintah. Menurut Purbaya, keputusan S&P mempertahankan rating Indonesia didukung oleh esensial ekonomi nan dinilai tetap solid di tengah gejolak geopolitik saat ini, termasuk defisit fiskal nan tetap terkendali dan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas. “Fondasi ekonomi bagus, di tengah gejolak ini tetap bagus, defisit terkendali, komitmen kita kuat, ya, terkendali. Kalau saya baca sinyal dia, dia bilang gitu, artinya dua tahun ke depan nggak bakal berubah ranking kami,” jelasnya. Selain itu, keahlian penerimaan pajak juga menjadi salah satu aspek positif nan dilihat S&P. Purbaya menyebut, penerimaan pajak pada dua bulan pertama tahun ini tumbuh hingga 30% secara tahunan, meskipun sedikit melandai pada Maret lantaran aspek musiman. Ke depan, pemerintah bakal terus memperbaiki sejumlah parameter nan menjadi perhatian S&P, termasuk rasio pembayaran utang terhadap pendapatan negara, salah satunya melalui optimasi penerimaan pajak. “Sekalian juga saya bisa beresin program-program nan macet-macet, kita jalanin sesuai dengan concern dari S&P, antara lain salah satu concern-nya rasio pembayaran utang ke income-nya. Kan, saya bakal betulin pajaknya,” katanya. “Jadi bentar lagi pajak bakal kita gebrak-gebrak lagi agar performanya lebih bagus walaupun sekarang lebih bagus. Jadi hubungan kita dengan S&P baik. Dan mereka juga terbuka. Apa nan kudu kita perhatikan, segala macam. Kita bakal bereskan itu,” tutupnya.

Purbaya: Indonesia Kadang Dipuji Kadang Diragukan

kumparan post embed

Purbaya juga menilai sentimen terhadap kondisi ekonomi Indonesia kerap berubah-ubah, dari nan semula positif menjadi diragukan dalam waktu singkat. Dia mengatakan, kondisi fiskal nasional sebenarnya sudah cukup baik, namun seringkali muncul narasi negatif nan membikin persepsi publik berbalik. Menurut Purbaya, keraguan tersebut bukan berasal dari kondisi esensial ekonomi dalam negeri, melainkan lebih dipengaruhi oleh opini nan berkembang, termasuk dari luar negeri. “Sentimen di Indonesia mudah terbalik kadang-kadang dipuji, besoknya lagi diragukan, begitulah fiskal sudah bagus, keluar lagi buletin jelek, bukan jelek beritanya sih, bukan jelek keadaan fiskalnya, hanya di luar banyak nan menghembuskan bahwa kita keahlian fiskalnya jelek dan kelihatannya ekonominya betul-betul bakal jatuh,” katanya. Dia menegaskan, saat berjumpa dengan penanammodal maupun lembaga pemeringkat global, pandangan terhadap Indonesia justru relatif jelas dan tidak mempermasalahkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menambahkan, dinamika sentimen tersebut tidak lepas dari pengaruh ketidakpastian dunia nan sedang meningkat, mulai dari bentrok kebijakan hingga “noise” info nan berlebihan. Meski demikian, Purbaya memastikan fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat dan meminta publik tidak perlu cemas terhadap kondisi saat ini.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan