Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjumpa dengan investor dunia mulai dari HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, hingga TD Asset Management, di Amerika Serikat (AS), Senin (13/4).
Dalam agenda tersebut, Purbaya memaparkan kondisi esensial makroekonomi Indonesia dan arah kebijakan fiskal ke depan kepada sejumlah penanammodal besar asal AS itu. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kepercayaan penanammodal terhadap prospek ekonomi Tanah Air.
"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka percaya bahwa aktivitas alias kebijakan fiskal kita sudah pada arah nan benar,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, melalui keterangan tertulis, pada Selasa (14/4).
Purbaya menyebut para penanammodal menunjukkan minat untuk menanamkan modal di Indonesia. "Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya.
Menurutnya, penanammodal sebenarnya tidak meragukan fondasi makroekonomi Indonesia. Namun, mereka mau memastikan isu-isu negatif nan beredar, khususnya mengenai kondisi fiskal itu tidak sesuai dengan kenyataan.
"Jadi mereka (investor) nggak ragu, hanya mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” terang Purbaya.
Purbaya menegaskan pemaparan nan disampaikan pemerintah dapat diterima dengan baik oleh para investor, lantaran dinilai selaras dengan teori ekonomi nan berlaku.
"Kita jelaskan kebijakan esensial kita seperti apa dan lantaran mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa nan kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” terang Purbaya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menerima sejumlah masukan positif, terutama mengenai pentingnya meningkatkan komunikasi dengan penanammodal global. Hal ini dinilai krusial meski pondasi makro ekonomi Indonesia sudah dianggap kuat.
"Soal kebijakan fiskal mereka sudah percaya bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu sigap melakukan perubahan ranking ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook nan negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika info ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tutur Purbaya.
Untuk menjaga kepercayaan investor, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap sesuai dengan dugaan dalam APBN. Purbaya menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan, terutama pada paruh awal tahun.
"Kita bakal terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan sasaran nan kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini bakal serta merta membikin mereka lebih percaya untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·