Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengkritik International Monetary Fund/Dana Moneter Internasional (IMF) dan World Bank nan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dan inflasi nan lebih tinggi sebagai akibat dari perang di Timur Tengah. Menurut Bessent, IMF dan World Bank bereaksi berlebihan.
Dikutip dari Reuters, Rabu (15/4), IMF pada Selasa (14/4) kemarin memangkas prospek pertumbuhan ekonomi lantaran lonjakan nilai daya nan diakibatkan perang AS-Israel dengan Iran. Tanpa perang di Iran, IMF mengatakan bakal meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi menjadi 0,1 poin menjadi 3,4 persen.
"Saya rasa mereka berlebihan, tapi kita lihat," kata Bessent kepada wartawan, sembari mencatat bahwa sejumlah negara di Eropa dan Asia menerapkan subsidi konsumen alias industri untuk mengatasi gangguan pasokan nan dapat menyebabkan inflasi lebih tinggi dan berkepanjangan di sana.
Namun, Bessent percaya bahwa AS dapat melewati kenaikan nilai dengan cepat, tidak seperti negara-negara nan mengimplementasikan subsidi nan dapat meningkatkan pinjaman alias memperpanjang lama akibat inflasi.
Meski komentarnya meremehkan kedua lembaga itu, Bessent mengatakan pemimpin IMF dan World Bank telah mendengar seruannya tahun lampau agar kedua lembaga itu kembali ke misi inti mereka, ialah stabilitas dan pembangunan makroekonomi, dan menjauh dari isu-isu seperti perubahan iklim.
Dalam aktivitas nan diselenggarakan oleh Institute of International Finance dan kepada wartawan setelahnya, Bessent berpikir kedua lembaga itu sekarang lebih selaras dengan prioritas dan kepentingan AS.
Bessent juga memuji keputusan World Bank untuk mengakhiri larangan proyek tenaga nuklir, dan mengatakan IMF telah bekerja sama dengan erat dengan Kementerian Keuangan Argentina dan membawa Venezuela kembali ke sistem finansial global.
Bessent kemudian kembali mengurangi seruannya agar IMF menjual lapangan golf di Maryland, Washington.
"Kami berasosiasi erat," kata Bessent, sembari menyinggung mantan kepala stafnya, Dan Katz, nan sekarang jadi pejabat tinggi di IMF.
"Saya rasa mereka memahami perspektif pandang AS, dan saya rasa mereka mau menjadi mitra nan baik. Saya rasa ada sejumlah keengganan dan sejumlah penyingkiran nan perlu dilakukan terhadap program-program sebelumnya, tapi menurut saya kami sekarang sudah selaras," kata Bessent.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·