Jaminan sosial menjadi perihal nan sangat krusial bagi masyarakat dalam memberikan perlindungan, khususnya perlindungan kesehatan.
Kehadiran program agunan kesehatan diharapkan bisa memberikan rasa kondusif dan kepastian bagi masyarakat ketika menghadapi kondisi sakit nan memerlukan penanganan medis.
Tak terkecuali bagi seorang ibu rumah tangga, Yunita (37), peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) nan didaftarkan oleh Pemerintah Daerah Aceh melalui program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).
Yunita kudu mendampingi balitanya nan sedang menjalani perawatan inap di Rumah Sakit Umum Cempaka Lima Banda Aceh.
Saat ditemui pada Rabu (24/12) di ruang rawat inap rumah sakit tersebut, Yunita menceritakan kondisi kesehatan anaknya nan mengharuskannya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Ia mengungkapkan bahwa awalnya sang anak mengalami keluhan demam, batuk, dan pilek nan semakin memburuk sehingga tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah.
“Awalnya anak saya mengalami demam, batuk, dan pilek nan mengharuskan dirawat inap lantaran tidak memungkinkan lagi dirawat di rumah. Beruntung saya didaftarkan oleh Pemerintah Aceh ke dalam Program JKN melalui Program JKA sehingga tidak perlu cemas memikirkan biaya. Apalagi anak saya sudah dirawat sampai hari ketiga, pasti jika tidak ada BPJS Kesehatan maka saya tidak sanggup untuk membiayai perawatan ini,” ungkap Yunita.
Yunita menuturkan bahwa selama ini dirinya dan family selalu memanfaatkan Program JKN saat mengakses jasa kesehatan. Tidak hanya saat anaknya sakit, Yunita juga menggunakan JKN ketika menjalani proses persalinan.
Menurutnya, kehadiran Program JKN sangat membantu lantaran seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah sehingga dia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
“Saya sangat berterima kasih pengobatan anak saya ditanggung Pemerintah Aceh dan tidak lupa ucapan terima kasih kepada BPJS Kesehatan nan sudah memberikan pelayanan cuma-cuma sehingga mengurangi beban kami dalam melakukan pengobatan,” ucap Yunita.
Dari sisi pelayanan, Yunita menilai bahwa proses pelayanan kesehatan nan diterimanya melangkah dengan baik tanpa hambatan berarti.
Pelayanan nan diberikan oleh master maupun perawat di rumah sakit dirasakannya cukup memuaskan dan responsif dalam memenuhi kebutuhan pasien. Hal tersebut membikin Yunita merasa lebih tenang dan antusias dalam mendampingi anaknya selama masa perawatan.
“Pelayanan di sini bisa saya bilang bagus sekali lantaran semuanya dipermudah. Mulai dari master dan perawat di rumah sakit ini sangat baik, sigap, dan sigap untuk memenuhi kebutuhan pasien. Intinya kami sangat berterima kasih dan terbantu sekali,” kata Yunita.
Di akhir perbincangan, Yunita berambisi agar Program JKN dapat terus berkepanjangan hingga generasi mendatang.
Ia berambisi faedah dan kemudahan nan selama ini dirasakan dapat terus dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh nan sangat terbantu dengan adanya Program JKA sebagai corak support pemerintah wilayah terhadap akses jasa kesehatan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·