Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, terdapat sekitar 88 juta pergerakan orang per hari di area Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, sekitar 3 hingga 4 juta orang merupakan komuter nan melakukan perjalanan menuju Jakarta setiap harinya. Tingginya arus komuter ini menjadi salah satu penyebab utama kepadatan lampau lintas dan tingginya beban transportasi di ibu kota.
Sementara itu, berasas info Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, total perjalanan masyarakat di Jakarta mencapai sekitar 20 juta perjalanan per hari. Namun, hanya sekitar 20–25 persen nan menggunakan transportasi umum. Artinya, sebagian besar perjalanan tetap mengandalkan kendaraan pribadi nan turut memperparah kemacetan.
Beban transportasi juga terlihat dari tingginya jumlah pengguna pikulan umum setiap hari. Data BPS mencatat, jasa TransJakarta melayani sekitar 1 juta hingga 1,2 juta penumpang per hari.
Sementara itu, MRT Jakarta melayani sekitar 100 ribu hingga 130 ribu penumpang per hari, dan LRT Jakarta melayani puluhan ribu penumpang setiap harinya.
Selain itu, moda transportasi komuter berbasis rel juga menanggung beban besar. KAI Commuter mencatat pengguna KRL Commuter Line mencapai sekitar 700 ribu hingga 800 ribu penumpang per hari. Sebagian besar pengguna berasal dari wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang nan melakukan perjalanan menuju Jakarta.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·