Ondel-ondel merupakan salah satu ikon budaya masyarakat Betawi nan sangat dikenal di Jakarta. Boneka raksasa setinggi sekitar 2,5 meter ini biasanya tampil berpasangan, laki-laki dan perempuan, dengan wajah unik nan mencolok.
Ondel-ondel diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, jauh sebelum Jakarta menjadi kota metropolitan seperti sekarang. Tradisi ini berkembang di masyarakat Betawi nan kala itu tetap kuat dengan kepercayaan animisme dan dinamisme.
Ondel-ondel awalnya dibuat sebagai simbol penolak bala alias penjaga kampung dari gangguan roh jahat, penyakit, maupun bencana. Boneka besar ini dianggap sebagai representasi leluhur alias sosok penjaga nan melindungi masyarakat.
Dalam catatan sejarah, budaya serupa juga ditemukan di beragam wilayah di Indonesia, seperti "barong" di Bali alias "reog" di Jawa Timur, nan juga digunakan sebagai simbol pelindung masyarakat dari hal-hal buruk.
Pada masa Batavia, kesenian ondel-ondel sudah dikenal sebagai bagian dari budaya masyarakat lokal. Seorang penulis Belanda, nan juga pemerhati budaya Betawi, pernah mencatat keberadaan boneka raksasa dalam tradisi masyarakat Betawi nan disebut sebagai "barongan" alias "ondel-ondel".
Pada masa itu, ondel-ondel tidak digunakan sebagai intermezo seperti sekarang, melainkan tampil dalam aktivitas ritual, seperti upacara bersih kampung, tolak bala, seremoni panen, dan acara besar masyarakat. Penampilan ondel-ondel saat itu juga condong lebih sakral dan tidak sembarangan dipertontonkan.
Memasuki era 1970-an, kegunaan ondel-ondel mulai berubah. Pemerintah DKI Jakarta pada masa Gubernur Ali Sadikin mulai mengangkat budaya Betawi sebagai identitas Jakarta. Ondel-ondel kemudian diperkenalkan sebagai kesenian rakyat nan bisa ditampilkan dalam beragam acara.
Sejak saat itu, ondel-ondel mulai sering tampil dalam pagelaran budaya, seremoni hari kemerdekaan, penyambutan tamu, aktivitas pernikahan, hingga karnaval budaya. Dari sinilah ondel-ondel berubah dari ritual sakral menjadi intermezo rakyat sekaligus simbol budaya Betawi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·