Perang AS-Iran Makan Korban Baru: Kondom Tetangga RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen kondom terbesar bumi asal Malaysia, Karex Bhd, bersiap meningkatkan nilai produk secara signifikan imbas gangguan rantai pasokan akibat perang Iran. Kenaikan nilai diperkirakan mencapai 20% hingga 30%, apalagi berpotensi lebih tinggi jika situasi tidak kunjung membaik.

CEO Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa lonjakan biaya produksi dan pengedaran memaksa perusahaan mengambil langkah tersebut.

"Situasinya jelas sangat rapuh, nilai mahal... Kami tidak punya pilihan selain membebankan biaya tersebut kepada pengguna saat ini," ujarnya dalam wawancara, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/4/2026).

Karex memproduksi lebih dari 5 miliar kondom setiap tahun dan menjadi pemasok bagi beragam merek dunia seperti Durex dan Trojan, serta memasok kebutuhan sistem kesehatan nasional seperti NHS Inggris hingga program support Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perang Iran telah mengganggu pasokan daya dan petrokimia dari Timur Tengah, nan menjadi bahan baku utama industri ini. Akibatnya, biaya produksi melonjak, mulai dari karet sintetis dan nitril hingga bahan bungkusan seperti aluminium foil dan pelumas berbasis silikon.

Tak hanya itu, biaya logistik juga ikut terdampak. Waktu pengiriman produk ke pasar utama seperti Eropa dan Amerika Serikat sekarang membengkak menjadi nyaris dua bulan, dari sebelumnya sekitar satu bulan. Kondisi ini memperparah keterbatasan stok di beragam negara.

"Banyak kondom saat ini tetap berada di kapal dan belum sampai ke tujuan, padahal sangat dibutuhkan," kata Goh.

Di sisi lain, permintaan dunia justru meningkat sekitar 30% sepanjang tahun ini. Hal ini dipicu oleh menipisnya persediaan di banyak negara, terutama negara berkembang, setelah adanya pemangkasan besar dalam support luar negeri, termasuk dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat tahun lalu.

Meski demikian, Karex menyatakan tetap mempunyai persediaan stok untuk beberapa bulan ke depan dan tengah berupaya meningkatkan kapabilitas produksi guna memenuhi lonjakan permintaan global.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News