Kementerian Sosial segera memulai penjangkauan alias perekrutan siswa Sekolah Rakyat (SR) tahun aliran 2026/2027. Proses ini menjadi langkah awal dalam memastikan anak-anak dari family miskin dan miskin ekstrem dapat mengakses pendidikan secara layak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan bahwa pendekatan penjangkauan dilakukan secara aktif dengan mendatangi langsung calon siswa dan keluarganya, bukan melalui sistem pendaftaran terbuka.
“Nah kita sekarang sedang bersiap untuk melakukan penjangkauan siswa-siswa Sekolah Rakyat. Jadi tidak ada pembukaan pendaftaran. Semua dijangkau secara aktif,” ujar Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (14/4).
Menurutnya, pola jemput bola ini merupakan perubahan pendekatan dalam rekrutmen siswa, di mana negara datang secara langsung menjangkau golongan sasaran nan selama ini menghadapi beragam halangan akses pendidikan.
Penjangkauan dilakukan secara kolaboratif oleh pendamping Kementerian Sosial berbareng Dinas Sosial, unsur pendidikan, serta Badan Pusat Statistik (BPS). Petugas bakal turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kondisi keluarga, memastikan persetujuan orang tua, sekaligus memastikan calon siswa memenuhi kriteria nan telah ditetapkan.
Pendekatan ini dinilai bisa menjawab beragam hambatan nan selama ini dihadapi masyarakat, mulai dari keterbatasan ekonomi, minimnya informasi, hingga keraguan untuk mengakses jasa pendidikan.
Gus Ipul menegaskan bahwa proses ini tetap merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pedoman penentuan sasaran, khususnya bagi family pada desil 1 dan 2.
“Siapa nan menjadi sasaran? Mereka adalah family paling tidak mampu. Anak-anak nan belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, alias berpotensi putus sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan seluruh pihak nan terlibat dalam proses penjangkauan untuk menjalankan tugas sesuai patokan dan prosedur nan berlaku, serta menjaga integritas penyelenggaraan di lapangan.
“Sesuai pengarahan Presiden tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada suap menyuap, dan tidak boleh ada praktik KKN,” tegasnya.
Kemensos juga membujuk masyarakat untuk turut mengawal proses penjangkauan ini agar melangkah transparan dan tepat sasaran. Dengan dimulainya penjangkauan siswa baru ini, diharapkan program Sekolah Rakyat dapat secara berkepanjangan menjangkau anak-anak nan paling memerlukan dan menjadi langkah nyata dalam memutus mata rantai kemiskinan.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·