Pengusaha Waswas Bulan Depan Nggak Bisa Produksi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengungkapkan bumi upaya saat ini menghadapi tantangan nan berat imbas adanya perang di Timur Tengah. Kondisi ini membikin bahan baku nan mengandalkan impor terganggu.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam mengatakan terbatasnya bahan baku produksi nan tersebut bisa menyebabkan produksi terhenti.

Untuk bulan ini dan bulan depan, pengusaha tetap belum mengetahui apakah bisa tetap produksi alias tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah pelemahan ekonomi, kemudian juga era perang Iran, supply chain juga mulai terbatas, ya. Kita enggak tahu nih, April alias Mei kita tetap bisa produksi alias enggak. Ini situasi nan kita hadapi saat ini," ujar Bob dalam Rapat Panja RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR, Selasa (14/6/2026).

Bob mengungkapkan contoh nyata nan terjadi di lapangan adalah kelangkaan bahan baku plastik. Hal ini mengakibatkan nilai tinggi dan bisa tidak produksi.

Padahal kata Bob, plastik menjadi komponen krusial dalam industri makanan dan minuman, terutama untuk kemasan. Ia mengaku sudah banyak pengusaha mengenai perihal ini.

"Sebagai contoh, bahan baku plastik sudah enggak ada, sudah langka. Padahal nan namanya makanan, minuman itu pakai plastik," katanya.

Dengan kondisi ini, dia berambisi tidak berakibat terhadap tenaga kerja nan bekerja di sektor tersebut. Pengusaha pun meminta pemerintah untuk lebih elastis dalam mengatur birokrasi, khususnya mengenai kebijakan impor. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas nilai di tengah tekanan ekonomi dan pelemahan daya beli masyarakat.

"Role-nya pengusaha itu kudu bisa mengabsorb kenaikan dengan meningkatkan produktivitas. Role-nya pemerintah melakukan debirokratisasi, ya izin-izin dipermudah. Role-nya pekerja, pekerja sama dengan pengusaha untuk mengantisipasi perihal seperti ini," terang Bob.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance