Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menggelar rapat unik untuk memberantas ikan sapu-sapu nan masif di perairan Ibu Kota.
"Dan dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta bakal mengadakan rapat unik mengenai ikan sapu-sapu," ujarnya Kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian dan Pengukuran Bina Marga, Jakarta Timur, Selasa (14/4).
Ia menegaskan, rapat unik tersebut bakal dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan para wali kota. Langkah ini diambil menyusul akibat ekologis nan semakin terasa akibat populasi ikan invasif tersebut.
"Karena saya bakal minta seluruh wali kota, jika di Pulau Seribu gak lah, semua wali kota untuk menangani ini lantaran memang dampaknya sudah terasa," lanjutnya.
Ia menyebut penanganan ikan sapu-sapu nan sebelumnya dilakukan di depan Plaza Indonesia dijadikan contoh alias role model untuk diterapkan di wilayah lain.
"Jadi penanganan ikan sapu-sapu nan dilakukan di depan Plaza Indonesia itu sebagai contoh role model penanganan kelak di tempat lain," ujar Pramono.
Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan jenis asal Amerika Selatan nan mempunyai daya tahan tinggi dan berkarakter invasif, sehingga menakut-nakuti keberadaan ikan lokal.
"Apalagi ini kan ikan nan berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya," ucapnya.
Menurut dia, ikan tersebut juga merusak prasarana perairan seperti tanggul lantaran menjadikannya sebagai tempat hidup.
"Makanannya diambil semua dan mereka merusak apa tanggul-tanggul nan ada lantaran rumahnya itu di sana. Sehingga dengan demikian penanganan untuk apa ikan sapu-sapu ini kami bakal tangani secara serius lantaran Jakarta mudah-mudahan bisa jadi role model untuk itu," tambahnya.
Upaya pembersihan ikan sapu-sapu sendiri belakangan menjadi perhatian lantaran jumlahnya nan semakin tidak terkendali di sejumlah titik perairan di Jakarta.
Sementara itu, peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, mengungkap ikan sapu-sapu merupakan jenis asing invasif nan bisa berkembang pesat dan beradaptasi di beragam kondisi lingkungan.
Menurut Triyanto, keahlian penyesuaian ikan tersebut sangat luas, termasuk di perairan dengan kualitas rendah seperti sungai-sungai tercemar di Jakarta.
“Ikan sapu sapu mempunyai penyesuaian luas, tahan terhadap ragam lingkungan dengan kondisi nan kualitasnya rendah (oksigen rendah, dan perairan tercemar nan kaya bahan organik). Penyebarannya sigap dan efektif, serta mempunyai akibat negatif (dampak ekologis, ekonomi dan sosial),” ujarnya saat dihubungi kumparan, Selasa (31/3).
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·