Liputan6.com, Jakarta - Pemkot Jaksel alias Pemerintah Kota Jakarta Selatan berencana melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di saluran penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa.
"Besok, rencana aktivitas operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak se-DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta Selatan penyelenggaraan di saluran Phb Setu Babakan," ujar Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan Arief Prakoso saat dihubungi di Jakarta, melansir Antara, Kamis (16/4/2026).
Dia menjelaskan, operasi penangkapan ikan sapu-sapu wilayah Jakarta Selatan bakal dilaksanakan pada Jumat 17 April 2026, dimulai pukul 07.30 WIB, diawali dengan apel kegiatan, kemudian penangkapan hingga pemusnahan dan penguburan hasil tangkapan ikan sapu-sapu.
"Kegiatan nan melibatkan beragam unsur tersebut diharapkan melangkah dengan baik dan lancar," ucap Arief.
Dia menyebut, beberapa unsur nan terlibat, antara lain Sudin KPKP Jaksel, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI Jakarta, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan, dan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Lalu ada pula petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal melakukan pembersihan sungai dan saluran air serta ikan sapu-sapu di ibu kota pada Jumat 17 April 2026.
Ikan tersebut dinilai dapat menghancurkan tanggul-tanggul dan juga menyantap ikan-ikan lain beserta telurnya, sehingga perlu dibersihkan.
Kegiatan bersih-bersih itu sekaligus bermaksud memperbaiki saluran air, mengeruk lumpur dan lain sebagainya sebagai persiapan menghadapi musim hujan nan diprakirakan berjalan pada September 2026.
Pramono Perintahkan Berantas Ikan Sapu-Sapu: Sudah Merusak dan Berbahaya jika Dikonsumsi
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ikan sapu-sapu di beragam perairan ibu kota bakal diberantas secara berkala. Pramono apalagi telah menginstruksikan pembersihan serentak ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Jakarta pada Jumat pekan ini.
"Berkaitan dengan ikan sapu-sapu. Besok pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota nan ada di Jakarta bakal mengadakan aktivitas untuk pembersihan ikan sapu-sapu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 15 April 2026.
Ia menyampaikan, pembersihan dilakukan lantaran populasi ikan sapu-sapu di Jakarta telah terbukti merusak ekosistem perairan sekaligus berpotensi membahayakan manusia jika dikonsumsi. Dia menyebut berasas hasil uji laboratorium, kandungan unsur rawan pada ikan tersebut melampaui periode pemisah aman.
"Kenapa ikan ini kudu dibersihkan, dikurangi? Karena memang sudah merusak. Dan dari hasil lab, nyaris semua ikan nan dites di laboratorium kadar batasnya itu kan 0,3 miligram, dia (ikan sapu-sapu) lebih dari itu sehingga bakal sangat rawan jika dikonsumsi," ucap Pramono.
Berbahaya untuk Dikonsumsi dan Rusak Struktur Lingkungan
Pramono mengungkapkan, kandungan unsur rawan seperti timbal juga ditemukan dalam tubuh ikan sapu-sapu. Zat tersebut dapat membahayakan manusia jika ikan dikonsumsi.
"Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu betul-betul rawan bagi manusia jika dikonsumsi," ungkap dia.
Selain rawan secara kesehatan, Pramono juga bilang bahwa ikan sapu-sapu juga merusak struktur lingkungan perairan. Pasalnya, ikan ini membikin lubang di tanggul dan tebing sungai untuk tempat bersembunyi, nan pada akhirnya mempercepat kerusakan bantaran sungai.
"Ikan ini rupanya ketika dia membikin rumah, tanggul-tanggul, tebing-tebing itulah nan kemudian digunakan untuk dia bersembunyi. Dan nyaris ketika ada ikan ini, semua tembok dan juga ikan-ikan lokal kita itu dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya," kata dia.
Ikan Sapu-Sapu Spesies Tangguh
Pramono menerangkan bahwa ikan sapu-sapu tergolong jenis handal lantaran bisa memperkuat di beragam kondisi ekstrem, termasuk di perairan tercemar.
Dia mengatakan bahwa ikan sapu-sapu berasal dari Amerika Selatan. Di kediaman aslinya itu, ikan sapu-sapu pun telah menjadi persoalan serius, sehingga turut dimusnahkan alias pun dimanfaatkan secara terbatas.
"Kalau toh tetap memperkuat hidup, sebagian digunakan untuk menjadi makanan untuk ternak setelah diproses dan sebagainya," ucap Pramono.
Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta bakal melakukan pembersihan nan tidak hanya berfokus pada pengangkatan ikan sapu-sapu, tetapi juga mencakup penanganan sedimen dan perbaikan saluran air untuk mendukung pemulihan ekosistem.
"Kami sudah memutuskan dalam rapat tadi di lima wilayah kita bakal adakan aktivitas untuk mengurangi alias menghilangkan lah ikan sapu-sapu," tandas Pramono.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·