Paus Leo XIV: Saya Tidak Takut Trump

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Paus Leo XIV melambaikan tangan saat menaiki pesawat kepausan menjelang perjalanan apostolik pertamanya ke Aljazair, Angola, Kamerun, dan Guinea Ekuatorial, di Bandara Fiumicino, dekat Roma, Italia, 13 April 2026. Foto: Reuters/Remo Casilli

Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menegaskan tidak bakal takut alias pun mundur dari sikapnya menentang perang, meski mendapat serangan langsung dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Saya bakal terus berbincang lantang menentang perang, mendorong perdamaian dan dialog," kata Paus Leo kepada Reuters dalam penerbangan menuju Aljazair, Senin (13/4).

Saat bakal memulai tur 10 hari ke empat negara Afrika itu, dia juga menegaskan tidak takut terhadap tekanan dari Washington.

"Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, alias untuk berbincang secara lantang," ujarnya.

Paus Leo, paus pertama asal AS, belakangan semakin vokal mengkritik bentrok AS-Israel dengan Iran serta kebijakan imigrasi Washington.

"Terlalu banyak orang menderita hari ini, terlalu banyak orang tak bersalah terbunuh. Seseorang kudu berdiri dan mengatakan ada jalan nan lebih baik," katanya.

Paus Leo XIV melambaikan tangan saat menaiki pesawat kepausan menjelang perjalanan apostolik pertamanya ke Aljazair, Angola, Kamerun, dan Guinea Ekuatorial, di Bandara Fiumicino, dekat Roma, Italia, 13 April 2026. Foto: REUTERS/Remo Casilli

Pernyataan ini muncul setelah Trump menyebut Paus Leo "lemah terhadap kejahatan" dan "buruk dalam kebijakan luar negeri" dalam unggahan di media sosial.

Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo menegaskan dirinya bukanlah politisi dan tidak mau terjebak dalam perdebatan politik.

"Pesan Gereja adalah perdamaian, saya tidak memandang peran saya sebagai politisi," katanya, seperti dilansir Reuters.

Sejumlah tokoh Katolik turut memihak Paus asal AS itu. Uskup Agung Paul S. Coakley menyebut Paus bukan rival politik, melainkan pemimpin spiritual.

Sementara itu, pengamat Vatikan Massimo Faggioli menilai serangan terbuka terhadap paus seperti ini sangat jarang terjadi.

Ketegangan ini juga mengingatkan pada hubungan Trump dengan pendahulu Paus Leo, Paus Fransiskus, nan sebelumnya juga kerap mengkritik kebijakan imigrasi AS.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan