Pasar Ular Plumpang Kian Sepi, Pedagang Tergerus Tren Belanja Online
Foto Bisnis
Muhammad Reevanza - detikFinance
Rabu, 15 Apr 2026 11:00 WIB
Jakarta - Kondisi Pasar Ular Plumpang kian sunyi dari aktivitas jual beli dalam beberapa waktu terakhir.
Pada Rabu (15/4/2026), lorong-lorong pasar nan dulu ramai dipadati visitor sekarang tampak lengang dengan hanya sedikit pembeli nan datang.
Sejumlah gerai terlihat tutup, sementara pedagang nan tetap memperkuat tampak menunggu pembeli dengan aktivitas nan jauh menurun dibandingkan masa sebelumnya.
Pasar nan dikenal sebagai pusat peralatan impor ini pernah menjadi primadona, apalagi visitor kudu berdempet-dempetan untuk memasuki area pasar.
Namun sejak pandemi, kondisi pasar mulai berubah. Berdasarkan catatan pengelola, dari sekitar 200 gerai nan ada, sekitar 60 di antaranya alias sekitar 30 persen sekarang telah tutup.
Penurunan ini mencerminkan akibat signifikan terhadap aktivitas perdagangan di pasar tersebut.
Para pedagang mengungkapkan bahwa perubahan perilaku konsumen menjadi aspek utama. Banyak pembeli sekarang beranjak ke platform shopping online nan dianggap lebih praktis dan efisien, sehingga mengurangi kunjungan ke pasar tradisional.
Meski demikian, sebagian pedagang tetap memperkuat dengan mengandalkan penjualan langsung. Beberapa di antaranya mulai beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan peralatan dagangan, termasuk melalui siaran langsung guna menjangkau pembeli nan lebih luas.
Kondisi ini menjadi gambaran perubahan pola konsumsi masyarakat di era digital. Pasar tradisional seperti Pasar Ular Plumpang sekarang dituntut untuk beradaptasi agar tetap bisa bersaing dan memperkuat di tengah perkembangan teknologi dan kebiasaan shopping nan terus berubah.