Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) menjadi salah satu jalur utama bagi calon mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia pada 2026. Salah satu letak penyelenggaraan ujian berjalan di kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).
Berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 08.45 WIB, suasana di kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada hari ketiga penyelenggaraan UTBK, Kamis (23/4) tampak cukup tenang di tengah berlangsungnya sesi pertama ujian.
Berdasarkan kebijakan kampus untuk menjaga kondusivitas penyelenggaraan ujian, para orang tua tampak menunggu di luar area kampus sembari menanti anak-anak mereka menyelesaikan tes.
Di antara para orang tua nan menunggu, Suryati (52) terlihat duduk tenang sejak pagi. Ia datang untuk mengantar putranya, Alvin Saputra, nan mengikuti UTBK untuk ketiga kalinya.
“Dari pagi tadi jam 6,” ujar Suryati saat ditemui di UPN Veteran Jakarta.
Perempuan asal Tebet itu sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari keterlambatan. Ia memperkirakan perjalanan menuju letak ujian bisa menyantap waktu cukup lama, terutama saat kondisi lampau lintas padat.
“Kalau sini kan agak jauh, lumayan 1 jam jika nggak macet. Kalau macet banget gitu bisa 1 jam setengah, 2 jam udah nyampe itu,” katanya.
Meski anaknya telah dua kali kandas dalam UTBK sebelumnya, Suryati tidak menunjukkan kegelisahan berlebih. Ia memilih untuk bertawakal dan tetap memberi support penuh.
“Enggak, biasa aja. Pasrah aja sama Allah. Rezeki apa kan semuanya udah diatur sama Gusti Allah,” ucapnya.
Suryati mengungkapkan, putranya sebelumnya memilih bidang akuntansi dalam dua percobaan, tapi belum sukses lolos. Pada kesempatan ketiga ini, dia mencoba strategi berbeda dengan memilih bidang nan dianggap mempunyai persaingan lebih rendah.
“Yang ketiga kali, dua kali nggak lolos. Karena mungkin jurusannya banyak peminat,” kata Suryati.
“Kayak multimedia tadi. Cuma milihnya kampusnya UNJ, UI sama satu lagi,” lanjutnya.
Dalam proses pemilihan jurusan, Suryati mengaku sempat mempunyai angan berbeda untuk anaknya. Namun, dia akhirnya memilih mengikuti minat sang anak.
“Iya saya pengennya jadi perawat. Anaknya kurang suka ya, ya sekarang saya pasrah aja. Anaknya suka nan apa ya saya ngikut,” ujarnya.
Selain mendampingi secara langsung, Suryati juga melakukan beragam persiapan secara spiritual. Ia bangun sejak awal hari untuk beragama sebelum mengantar anaknya.
“Salat malam, puasa. Doain agar lancar aja itu ujiannya, bisa dapat nan dia mau,” katanya.
Pagi itu, dia juga menyiapkan sarapan sederhana agar anaknya tetap siap mengikuti ujian. “Iya dari separuh empat saya udah bangun, salat malam dulu terus ya udah langsung simpel aja nan bikin sarapan nan cepat, dadar telur kayak gitu aja sama bikin mie kayak gitu doang,” tuturnya.
Meski kudu menunggu cukup lama di luar area kampus, Suryati tetap tampak semangat. Ia mengisi waktu dengan bermohon sembari berambisi hasil terbaik untuk anak bungsunya tersebut.
“Alhamdulillah semangat. Sambil angan juga biar anaknya lancar,” ucapnya.
Baginya, UTBK kali ini menjadi angan besar setelah dua kegagalan sebelumnya. Ia berambisi upaya anaknya selama ini dapat membuahkan hasil.
“Ya mudah-mudahan anakku lolos, bisa kuliah, bisa tercapai cita-citanya itu aja. Bisa kerja nanti,” ujar Suryati.
Adapun penyelenggaraan UTBK SNBT 2026 diadakan secara serentak sejak 21 April 2026 dan bakal berjalan hingga 30 April mendatang. Selama 10 hari, ujian dilaksanakan pada pusat UTBK di 74 perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia.
Untuk pelaksanaannya, ujian berjalan dalam dua sesi, ialah sesi pertama pukul 06.45-10.30 WIB dan sesi kedua pukul 12.30-16.45 WIB.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·