Dalam mendukung percepatan tersebut, menurut Hanif, Kalimantan Selatan mempunyai potensi kerjasama nan kuat, melibatkan perangkat daerah, 595 Ketua RT, ratusan penyuluh dan pendamping keluarga, serta support perguruan tinggi melalui keterlibatan mahasiswa dalam program tematik lingkungan hidup.
Dia menilai kerjasama lintas sektor ini menjadi fondasi krusial dalam membangun perubahan perilaku masyarakat secara luas dan berkelanjutan.
"Kita memerlukan keterlibatan semua pihak, pemerintah, masyarakat, bumi usaha, dan akademisi, untuk membangun sistem pengelolaan sampah nan efektif dan berkelanjutan," papar Hanif.
Dia menilai, upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional nan menargetkan peningkatan keahlian pengelolaan sampah melalui pengurangan dari sumber serta penguatan sistem pengolahan terpadu.
"Pemerintah meyakini, melalui langkah nan konsisten dan kerjasama nan kuat, transformasi pengelolaan sampah di Kalimantan Selatan dapat menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain dalam mewujudkan lingkungan nan bersih dan berkelanjutan," tandas Hanif.
Untuk diketahui, Hanif juga memimpin tindakan bersih berbareng di Pasar Martapura guna mendorong aktivitas Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai budaya sehari-hari bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·