Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman buka bunyi soal wacana pengolahan minyak kelapa sawit alias Crude Palm Oil (CPO) menjadi substitusi nafta alias bahan baku plastik nan sekarang sedang mengalami krisis global.
Amran memastikan kesiapan bahan baku dalam negeri mencukupi untuk mendukung pengembangan industri petrokimia tersebut. Dia memandang pasokan CPO untuk diolah jadi bahan baku plastik bisa diambil dari porsi ekspor nan mencapai 32 juta ton pada 2025.
“Ya, gak masalah (produksi substitusi nafta dari CPO). Bahan baku kita cukup. Lebih dari cukup. Ekspor kita 32 juta ton. Kita tarik (porsi ekspor) mau butuh berapa juta ton (untuk plastik),” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (15/4).
Dengan demikian Amran memastikan pengalihan sebagian CPO untuk kebutuhan domestik, termasuk potensi substitusi nafta untuk industri plastik, tidak bakal mengganggu pasokan.
Mau Genjot Produksi Sawit
Untuk memastikan keberlanjutan pasokan tanpa mengganggu sektor pangan maupun ekologi, Amran memastikan pengembangan tanaman kelapa sawit tidak bakal menggeser lahan pertanian pangan nan sudah ada.
Selain itu, ekspansi sawit bakal difokuskan pada lahan-lahan tidak produktif alias gundul, bukan area rimba nan tetap terjaga.
“Kita prioritaskan tanah nan gundul. nan tidak berhutan, agar justru menguntungkan kehutanan. Kita prioritaskan nan marginal wilayah nan gundul,” katanya.
Sebelumnya Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebut, pelaku industri sekarang menjajaki beragam opsi substitusi nafta mulai dari CPO hingga liquefied petroleum gas (LPG).
“CPO nan kita punya banyak sekali di dalam negeri bisa menjadi bahan pengganti nafta tapi ini tetap dalam proses kajian semua di masa nan bakal datang mudah-mudahan itu jadi bahan pengganti,” ujar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/4).
Alternatif lain adalah bahan berbasis gas seperti LPG dan kondensat. Faisol menyebut, komponen gas tersebut dapat digunakan untuk memproduksi bahan plastik seperti polyethylene, polypropylene, hingga olefin.
Menurut dia sudah ada perusahaan nan mulai meningkatkan penggunaan LPG sebagai bahan baku. Pemerintah pun terus memantau perkembangan ini agar dapat mendukung keberlanjutan industri.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·