Mensos Gus Ipul Sebut Perpustakaan Ujung Tombak Literasi Siswa Sekolah Rakyat

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat membuka training pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/4/2026). Foto: Kemensos RI

Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan pengelola perpustakaan mempunyai peran sentral sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat serta meningkatkan literasi baca para siswa.

Hal ini Gus Ipul sampaikan saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Lanjut Bagi Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Batch 3 Tahun 2026 di Novotel BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/4/2026). Kegiatan nan berjalan hingga 19 April ini diikuti 127 peserta dari beragam Sekolah Rakyat di Indonesia.

"Jadi teman-teman nan ikut training ini kalian orang krusial dan sangat penting. Lebih krusial daripada menterinya dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Kalian nan jadi ujung tombaknya dan kalian nan ada di depan gimana Sekolah Rakyat ini kelak jadinya," kata Gus Ipul.

“Ujung tombak bagi Sekolah Rakyat dalam menghadirkan perpustakaan nan betul-betul bisa memotivasi siswa, meningkatkan literasi dan minat baca, sehingga sasaran pembelajaran kita di Sekolah Rakyat itu bisa tercapai," sambungnya.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat membuka training pengelola perpustakaan Sekolah Rakyat di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (15/4/2026). Foto: Kemensos RI

Gus Ipul mengatakan, perpustakaan merupakan jantung literasi dan ruang tumbuh masa depan siswa Sekolah Rakyat. Ia menyebut, salah satu kegunaan strategis perpustakaan adalah sebagai perangkat mobilitas sosial bagi anak-anak dari family kurang bisa untuk bisa naik kelas, lantaran menjadi ruang inspirasi dan referensi perubahan masa depan.

Selain itu, perpustakaan juga sebagai ruang kondusif dan tempat anak menemukan harapan, bukan sekadar informasi. Perpustakaan juga bisa menghindarkan akibat pengaruh jelek dari digital alias media sosial.

"Kemudian juga, perpustakaan bisa berfaedah sebagai pusat pembentukan karakter. Membentuk disiplin, rasa mau tahu dan daya juang, melatih fokus, berpikir mendalam dan pondasi berpikir kritis," jelasnya.

Oleh lantaran itu, Gus Ipul mengingatkan para peserta training untuk mengikuti aktivitas dengan serius. Ia berambisi setiap pengelola juga nantinya dapat menularkan pengetahuan mengenai pentingnya perpustakaan kepada pembimbing dan tenaga kependidikan lainnya di Sekolah Rakyat.

"Tolong kelak ditularkan ilmunya kepada nan lain. Sampaikan kepada para pembimbing bahwa pembimbing juga kudu mempunyai pemahaman dan kepedulian terhadap perpustakaan," tegasnya.

"Ingat peran para pengelola perpustakaan bukan hanya penjaga buku, tetapi kurator pengetahuan penggerak literasi dan penjaga angan anak bangsa. Di tangan anda, kitab bisa menjadi nasib baru bagi seorang anak," Gus Ipul menegaskan.

Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan, sebagai salah satu komponen krusial pendidikan, dia mau agar nantinya letak perpustakaan berada area paling depan Sekolah Rakyat permanen. Maka dari itu, Kemensos menggandeng Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dalam pengelolaan perpustakaan.

"Maka itu, saya minta betul ke Bapak Kepala Perpustakaan, panjenengan (anda) nan mahir urusan ini, saya serahkan semua, baik kelak dalam tata kelolanya, dalam penguatan sumber daya manusianya, itu kelak bakal kami serahkan," ujar Gus Ipul.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminudin Aziz mengapresiasi kerjasama antara Kemensos dan Perpusnas. Ia meyakini Sekolah Rakyat bisa menjadi contoh nan baik dalam mendidik dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

"Saya sangat percaya Sekolah Rakyat bakal bisa menjadi contoh terbaik bahwa mereka nan berasal dari golongan nan termarjinalkan sekalipun, ketika diasuh dengan baik, ketika diberi gizi referensi pengetahuan pengetahuan nan baik, mereka bisa berkembang dengan baik dan bisa melampaui nilai rata-rata orang-orang nan berguru di sekolah biasa. Saya sangat percaya itu," kata Aminudin.

Aminudin menambahkan, selama tahun 2025, pihaknya telah membantu penyediaan kitab ke 150 Sekolah Rakyat dalam 224 jenjang. Rinciannya, 1.500 kitab untuk jenjang SD, 1.500 kitab untuk SMP, dan 1.000 kitab untuk SMA.

Dia juga menyampaikan bahwa bakal ada beragam program inovatif dalam pengelolaan perpustakaan di Sekolah Rakyat, seperti aktivitas membaca hingga meresensi buku.

"Sehingga kelak bakal dikemas dalam program nan kita sebut dengan Gerakan Literasi Sekolah Rakyat dan support dari Kementerian Sosial ini saya percaya bakal menjadikan model pemberdayaan perpustakaan di Sekolah Rakyat ini adalah sebuah model nan betul-betul inovatif," tutur Aminudin.

Turut datang dalam aktivitas ini Wamensos Agus Jabo Priyono dan Sekjen Kemensos Robben Rico.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan