Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) memastikan skema ‘war tiket’ haji nan tengah diwacanakan tak bakal menghanguskan antrean haji nan tengah berlangsung.
“Yang jelas antrean tidak bakal kita hanguskan. Itu tetep jadi buat jemaah, jemaah nan udah antre 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun enggak perlu khawatir,” ucap Irfan di DPR, Selasa (14/4).
Irfan menegaskan, war tiket haji tetap merupakan wacana nan tengah dibahas. Tujuannya untuk memangkas waktu tunggu.
“Yang jelas kita butuh terobosan-terobosan untuk memangkas antrean nan panjang ini,” ucap Irfan.
Adapun wacana ‘war tiket’ haji ini berujung menjadi polemik. Dalam rapat berbareng Komisi VIII, Menhaj menyebut bakal menghentikan pembahasannya sementara, sampai haji 2026 selesai terlaksana.
Ia pun mengatakan pembahasannya kelak bakal dilanjutkan dengan istilah nan berbeda.
“Pembahasan tetep bakal jalan hanya mungkin istilahnya bukan war-tiket apa-apalah istilahnya ya,” ucap Irfan.warw
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa ‘war tiket’ haji hanyalah istilah. Nantinya, jemaah bukan berkompetisi lebih sigap mengakses sistem, namun siapa nan siap secara istitha’ah di tahun berjalan, maka dia nan berangkat duluan.
Adapun nantinya jemaah nan ‘war tiket’ adalah jemaah nan bakal mengisi kuota tambahan dari Arab Saudi. Menurutnya, ada potensi Indonesia mendapatkan tambahan kuota nan melimpah di tahun-tahun nan bakal datang.
Sehingga, antrean nan sudah melangkah tidak bakal terganggu dengan adanya sistem baru ini.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·