Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya pengelolaan perkotaan nan terencana dan berkepanjangan di tengah arus urbanisasi nan terus meningkat.
Hal tersebut disampaikan Mendagri saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4).
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa kota saat ini menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus titik paling rentan terhadap beragam persoalan sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak dikelola dengan baik, mereka bakal menjadi korban. Pendidikan tidak cukup, tidak bisa bersaing, akhirnya bisa masuk ke kejahatan," tegas Tito.
Urbanisasi tak terkendali
Dia menjelaskan, kejadian urbanisasi nan tidak terkendali bakal memicu beragam masalah seperti area kumuh (slum area), meningkatnya kriminalitas, hingga tekanan biaya hidup nan tinggi di kota.
Secara tidak langsung, Mendagri menggambarkan bahwa peran kota di Indonesia sangat strategis lantaran menjadi pusat aktivitas ekonomi dan tempat tinggal kebanyakan penduduk. Bahkan, dia menyinggung pengalaman negara maju seperti Jepang nan mengalami akibat serius akibat urbanisasi ekstrem.
Menurutnya, jika pembangunan kota tidak dirancang dengan baik, maka pengaruh jangka panjangnya bisa sangat berat, mulai dari mahalnya biaya hidup hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya tata ruang kota nan disiplin.
(asa)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·