Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pemerintah menyiapkan langkah sigap agar kesempatan kerja di Indonesia tetap terbuka meski ketidakpastian geopolitik dunia mulai menekan industri. Langkah ini krusial agar pencari kerja mudah mendapatkan info lowongan dan training nan sesuai kebutuhan pasar.
Yassierli menyampaikan perihal tersebut saat membuka Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri berbareng Kamar Dagang Amerika di Indonesia (American Chamber of Commerce in Indonesia/AmCham) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Yassierli menekankan bahwa penguatan ketenagakerjaan nasional hanya bisa melangkah melalui kerjasama pemerintah, bumi usaha, dan tenaga kerja.
"Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kita kudu bergerak sigap agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan awal PHK, perbincangan berbareng perusahaan dan pekerja, serta percepatan program training dan peningkatan keterampilan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4/2026).
Dalam kesempatan ini, Yassierli juga menyoroti kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Menurutnya, banyak lowongan tersedia, tetapi info dan kualifikasi nan dibutuhkan belum tersambung dengan pencari kerja. Untuk itu, perusahaan diminta melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja, sehingga rekrutmen lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan berinisial HSW di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah setelah menerima laporan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja di perusahaan tersebut tidak dibayarkan penuh, Selasa (31/3/2026). (Dok. Biro Humas Kemnaker)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan berinisial HSW di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah setelah menerima laporan bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja di perusahaan tersebut tidak dibayarkan penuh, Selasa (31/3/2026). (Dok. Biro Humas Kemnaker)
Selain itu, dia menekankan pentingnya training vokasi nan sesuai kebutuhan industri. Ia membujuk AmCham terlibat langsung dalam pengembangan keahlian bagi pekerja low-medium skill, agar lulusan training siap memasuki bumi kerja.
"Selain menyiapkan kesempatan kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja nan sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan nan setara untuk semua," tambah Yassierli.
Yassierli mengingatkan, perkembangan teknologi, termasuk kepintaran buatan (AI), bakal mengubah bumi kerja secara masif. Kemnaker siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan mengenai tenaga kerja agar pasar kerja lebih adaptif, inklusif, dan bisa menjawab perubahan.
"Semua tantangan ini kudu kita hadapi berbareng demi stabilitas pasar kerja nasional," ujarnya.
(wur/wur)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·