Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan kebijakan fast track visa bagi atlet asing sebagai bagian dari upaya mendukung diplomasi olahraga. Selain itu juga meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, kebijakan ini merupakan penerapan dari Visa Sport nan telah diluncurkan pemerintah.
“Ini corak kegunaan imigrasi sebagai fasilitator. Kami mempermudah proses teknis, membikin fast track untuk atlet, dan berkomunikasi baik dengan federasi seperti Perbasi,” ujar Hendarsam dalam bertemu pers di Kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Senin (20/4).
Menurutnya, peran imigrasi tidak hanya sebatas pengawasan dan penindakan, tetapi juga mendukung sektor strategis seperti olahraga, seni, dan budaya.
“Kami mau masyarakat tahu peran imigrasi sangat sentral di beragam bidang, tidak hanya pengawasan, tapi juga fasilitator,” katanya.
Dengan adanya fast track visa, proses manajemen bagi atlet non-WNI nan bakal bertanding alias berperan-serta dalam aktivitas olahraga di Indonesia dapat dilakukan lebih sigap dan efisien.
Hendarsam menambahkan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi diplomasi olahraga Indonesia untuk menarik lebih banyak event internasional.
Ke depan, Imigrasi juga bakal memperluas support serupa ke sektor lain, termasuk seni pagelaran hingga bagian sains dan teknologi (STEM).
“Ke depan kita juga bakal merangkul promotor seni pagelaran dan bagian sains (STEM) sesuai program Bapak Presiden,” terangnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·