PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mulai merealisasikan pengedaran model mobil listrik perdananya di Indonesia, Suzuki e Vitara. Setelah resmi meluncur pada Februari lalu, unit kendaraan tersebut sekarang sudah mulai sampai ke tangan konsumen.
Deputy to 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Ismi Saputra, mengatakan pengiriman unit sebenarnya sudah dimulai sejak bulan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan komitmen perusahaan saat peluncuran.
“Sebetulnya mulai dari bulan kemarin, kami sudah melakukan pengiriman sesuai dengan info nan kami berikan,” ujarnya ditemui di arena JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, hingga akhir Maret 2026, jumlah pengedaran e Vitara tetap dalam tahap awal. Baik dari sisi wholesales maupun retail, angkanya tetap terbatas.
“Sampai dengan bulan Maret nan lalu, kami sudah men-deliver, melakukan wholesale dan retail sebanyak 8 unit untuk e Vitara,” kata dia.
Meski demikian, Suzuki memandang potensi permintaan nan tetap bakal terus berkembang. Dony pun optimistis jumlah pemesanan bakal bertambah seiring meningkatnya minat pasar terhadap kendaraan listrik.
“Insya Allah, kira-kira begitu ya,” ujarnya singkat saat ditanya potensi peningkatan pesanan.
Menariknya, di tengah banderol nilai nan tergolong tinggi, e Vitara tetap mendapat respons dari konsumen. Hal ini disebut tidak lepas dari pendekatan Suzuki nan tidak hanya menjual produk, tetapi juga nilai historis brand.
Sebagai catatan, Suzuki menawarkan e VITARA kepada konsumen dengan dua opsi nilai On The Road DKI Jakarta, ialah Rp 755 juta untuk jenis single-tone dan Rp 758 juta untuk jenis two-tone.
“Seperti nan kami sampaikan pada saat peluncuran e Vitara, kami memang tidak hanya menawarkan produk saja, tapi kami juga menawarkan nilai historis dari Suzuki sendiri sebagai salah satu mahir dalam pembuatan SUV,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa e Vitara menjadi tonggak krusial bagi Suzuki di era elektrifikasi. Model ini merupakan mobil listrik pertama Suzuki nan dikembangkan dengan pedoman SUV sebagai core upaya mereka.
“Jadi kami menawarkan bahwa e Vitara ini merupakan mobil elektrik pertama dari Suzuki dan kebetulan memang kami rencanakan secara konsep adalah SUV nan merupakan salah satu core dan kompetensi kami,” ungkapnya.
Melihat respons awal pasar, Suzuki menilai tetap banyak konsumen loyal nan tertarik dengan model ini. Hal tersebut menjadi modal krusial dalam memperluas penetrasi kendaraan listrik mereka di Indonesia.
Untuk mendukung penjualan, Suzuki juga telah menyiapkan ekosistem pendukung. Mulai dari prasarana hingga skema jasa unik di sejumlah outlet terpilih di kota-kota besar.
Dengan langkah awal ini, Suzuki membuka jalan bagi ekspansi kendaraan listriknya di Tanah Air. Ke depan, pengedaran e Vitara diproyeksikan bakal meningkat seiring kesiapan pasar dan jaringan pendukung nan semakin matang.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·