Lilitan Tali Pusat pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Janin terlilit tali pusat. Foto: Shutter Stock

Lilitan tali pusat sering membikin ibu mengandung merasa khawatir. Namun, apakah kondisi ini selalu rawan bagi bayi?

Lilitan tali pusat adalah kondisi saat tali pusat melilit leher bayi, baik sejak dalam kandungan maupun saat proses persalinan. Tali pusat berkedudukan krusial dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke bayi, sehingga wajar jika kondisi ini menimbulkan kekhawatiran.

Faktanya, lilitan tali pusat cukup sering terjadi. Sekitar 1 dari 4 bayi lahir dengan satu lilitan di leher, dan sebagian mini lainnya mempunyai lebih dari satu lilitan.

Jenis dan Penyebab Lilitan Tali Pusat

Ilustrasi aktivitas bayi di dalam kandungan. Foto: yucelyilmaz/Shutterstock

Lilitan tali pusat bisa berbeda-beda pada setiap bayi. Ada nan hanya satu lilitan (tunggal), ada juga nan lebih dari satu (ganda). Selain itu, lilitan bisa berkarakter lenggang alias ketat.

Dikutip Cleveland Clinic, lilitan nan lenggang biasanya tidak rawan dan apalagi bisa terlepas dengan sendirinya lantaran aktivitas bayi di dalam kandungan. Sementara itu, lilitan nan lebih ketat perlu mendapat perhatian lantaran berisiko mengganggu aliran darah.

Penyebab lilitan tali pusat umumnya terjadi secara alami dan tidak bisa dicegah. Namun, beberapa aspek dapat meningkatkan risikonya, seperti aktivitas bayi nan sangat aktif, panjang tali pusat nan lebih dari rata-rata, serta jumlah air ketuban nan berlebih.

Apakah Lilitan Tali Pusat Berbahaya?

Ilustrasi janin kelilit tali pusat. Foto: Sopotnicki/Shutterstock

Dalam banyak kasus, lilitan tali pusat tidak menimbulkan masalah serius, terutama jika kondisinya longgar. Biasanya, tenaga medis dapat dengan mudah melepaskan lilitan saat bayi lahir.

Namun, jika lilitan cukup ketat, bisa terjadi tekanan pada tali pusat nan menghalang aliran darah. Salah satu tanda nan mungkin terlihat adalah debar jantung bayi nan melambat saat dipantau.

Pada beberapa kasus, bayi bisa mengalami kondisi ringan setelah lahir, seperti kemerahan pada mata, perubahan warna kulit sementara, alias lecet di area leher. Meski begitu, kondisi ini umumnya tidak berjalan lama.

Perlu diketahui, komplikasi serius akibat lilitan tali pusat sangat jarang terjadi. Oleh lantaran itu, ibu tidak perlu terlalu khawatir, selama kehamilan dipantau secara rutin oleh tenaga medis.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan