Kursi Taj Yasin Sekjen PPP Digoyang Kadernya Sendiri

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kursi Sekretaris Jenderal DPP PPP Taj Yasin Maimoen digoyang oleh kadernya sendiri. Dia diminta untuk segera melepaskan jabatannya tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Saiful Dasuki. Di mana menurutnya, permintaan Taj Yasin untuk segera melepaskan bangku Sekjen PPP terungkap oleh kader di Rapat Koordinasi Nasional nan digelar secara daring melalui Zoom pada Kamis 16 April 2026.

"Ada kesalahan fatal yg dilakukan TY (Taj Yasin)," kata dia kepada Liputan6.com, Jumat (17/4/2026).

Menurut Saiful, sebagaimana Pasal 9 ART PPP, bahwa tugas sekjen sebagai administrator, di mana tugas Taj Yasin semestinya menopang kerja-kerja manajemen tata kelola organisasi kepartaian bukan justru menghambat.

Dia menuturkan, halangan nan dimaksud adalah tak pernah datang sebagai Sekjen, dan berkantor di DPP PPP.

"Taj Yasin sebagai Sekretaris Jenderal tidak pernah datang dalam rapat DPP PPP padahal sudah diundang secara resmi melalui surat nan ditandatangani oleh Ketua Umum" ungkap Saiful.

Selain itu, tetap kata Saiful, Taj Yasin juga dinilai melanggar Peraturan Organisasi PPP nomor 18, di mana menerbitkan surat secara pribadi nan ditandatangani sendiri, serta menolak sejumlah agenda partai sesuai petunjuk AD/ART PPP.‎‎

"Beliau membikin surat ke Kapolda Sulawesi Selatan nan meminta agar Kapolda tidak memberi izin aktivitas Mukernas I PPP tanggal 11-12 Februari 2026 di Makassar," ungkap Syaiful.

‎‎"Bahkan beliau juga bersurat kepada Kemendagri untuk membatalkan Bimbingan Teknis Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia tanggal 13-15 Februari 2026 di Bali," sambungnya.

Padahal mmenurutnya aktivitas pembekalan tersebut sangat krusial untuk peningkatan kapabilitas dan keahlian personil Dewan PPP dalam melayani dan memperjuangkan kepentingan rakyat di seluruh Indonesia.‎

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita