Konsisten Jalankan Inovasi ESG, Sido Muncul Raih PROPER Emas 6 Kali Beruntun

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Sido Muncul menerima PROPER Emas dan Green Leadership. Foto: Wina Ramadhani/kumparan

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) kembali menerima penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas untuk keenam kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2020.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., pada Selasa (7/4) di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Dalam sambutannya, Hanif menyampaikan bahwa penilaian ini merupakan mandat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009. Hanif mencatat adanya peningkatan peserta hingga 5.400 unit upaya dan menekankan bahwa predikat PROPER Hijau maupun Emas berakibat positif pada peningkatan nilai saham perusahaan di pasar modal.

Hanif pun memberikan apresiasi tinggi bagi perusahaan-perusahaan nan sukses meraih predikat Emas. Menurutnya, berada di ruangan penganugerahan tersebut bukanlah perihal nan sederhana.

"Membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung melalui kepatuhan lingkungan adalah upaya nan luar biasa. Berada di sini menyimbolkan upaya nan tidak sederhana," tambahnya.

Green Leadership untuk Irwan Hidayat

Irwan Hidayat menerima penghargaan Green Leadership keempat kalinya. Foto: Wina Ramadhani/kumparan

Dalam arena nan sama, Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, juga dianugerahi penghargaan Green Leadership Utama untuk keempat kalinya. Irwan menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan langkah serius perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

"Tujuannya untuk membangun kepercayaan. Sebagai perusahaan, nan kami butuhkan adalah kepercayaan masyarakat. Logikanya, jika sama lingkungan saja baik, sama konsumennya mestinya lebih baik," ujar Irwan.

Irwan menjelaskan bahwa Sido Muncul berkomitmen penuh pada keberlanjutan melalui program 2R (reduce dan recycle) periode 2020-2029, termasuk mengantisipasi dilema penggunaan plastik dengan menyiapkan pengganti bungkusan kaca serta pengembangan produk nan lebih ramah lingkungan.

Melengkapi visi tersebut, Manager Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, memaparkan perincian teknis operasional nan membawa perusahaan meraih predikat 'Beyond Compliance'. Amri menegaskan bahwa PROPER Emas adalah buah dari ekoinovasi nan konsisten, salah satunya melalui penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Penyerahan penghargaan PROPER Emas untuk Sido Muncul. Foto: Wina Ramadhani/kumparan

"Kami sudah lebih dari 90 persen menggunakan daya baru terbarukan, sehingga itu bisa menekan emisi karbon. Kami juga melakukan efisiensi air, pengolahan limbah B3, hingga pengelolaan keanekaragaman hayati melalui agrowisata nan memelihara satwa seperti harimau dan elang," jelas Amri.

Amri juga menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat di 'Ring 1' dilakukan melalui social mapping untuk memastikan kesejahteraan penduduk sekitar. Dalam pengelolaan sampah, Sido Muncul bekerja-sama dengan CV Boom sebagai off-taker untuk mengolah limbah plastik menjadi produk board (papan).

"Saat ini kami sudah bisa mengolahnya menjadi dropbox sampah nan dibagikan kepada masyarakat dan sekolah Adiwiyata bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. Sesuai visi Pak Irwan, jika kita mencintai lingkungan, maka produk kita bakal dicintai," ungkap Amri.

Kriteria Penilaian PROPER

Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD. Foto: Wina Ramadhani/kumparan

Konsistensi penerapan dari hulu ke hilir ini mendapat pengesahan dari Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Sudharto P. Hadi, MES, PhD. Ia memaparkan bahwa predikat Emas mengharuskan perusahaan melakukan penemuan sosial nan mengintegrasikan masalah masyarakat ke dalam kebijakan strategi perusahaan.

"Sido Muncul ini salah satu nan konsisten. Kata kuncinya adalah membangun sistem dan konsisten sehingga bisa berturut-turut meraih predikat Emas," ungkap Sudharto.

Ia menambahkan bahwa model penemuan sosial pada rantai pasok bahan baku empon-empon memberikan faedah timbal kembali nan nyata. Menurut Sudharto, komponen dalam PROPER memberikan kontribusi besar terhadap predikat Environment, Social, and Governance (ESG).

Unsur lingkungan menyumbang porsi mendekati 60 persen dan unsur sosial sebesar 20 persen. Hal inilah nan menjadi parameter kuat bagi penanammodal untuk menanamkan modal pada perusahaan nan mempunyai keahlian lingkungan dan sosial nan teruji.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan