
Ustadz Khalid Basalamah/Okezone
JAKARTA– Ustadz Khalid Basalamah (KB) menanggapi pengembalian aliran duit kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemilik Uhud Tour ini menyebut duit nan dikembalikan mencapai Rp8,4 miliar dan seluruhnya berasal dari PT Muhibbah Mulia Wisata.
Ustadz Khalid menjelaskan, aliran duit tersebut bermulai saat Uhud Tour hendak memberangkatkan jamaah haji menggunakan visa furoda. Saat itu, hotel dan visa untuk para jemaah nan terdaftar disebut telah terbit.
Namun, di tengah proses tersebut, PT Muhibbah Mulia Wisata datang menawarkan pemberangkatan haji menggunakan visa nan diklaim resmi.
"Mereka tawarkan kepada kami, tadinya PT. Zahra ini murni furoda. Kemudian datanglah, sudah kami bayar hotelnya di sana, sudah kami bayar visanya, nah tiba-tiba datang PT. Muhibah ini nawarkan dengan argumen visa resmi," ujar Khalid, Kamis (23/4/2026).
Singkatnya, Khalid mempercayai PT Muhibbah untuk memberangkatkan jemaah nan terdaftar di Uhud Tour. Namun, setelah penyelenggaraan haji selesai, PT Muhibbah justru mengembalikan duit sebesar Rp8,4 miliar persis setelah investigasi kasus korupsi kuota haji berkembang.
Ustadz Khalid mengaku tidak mengetahui asal-usul maupun argumen pengembalian biaya tersebut. Ia menyebut duit nan diterimanya dari PT Muhibbah diberikan dalam corak dolar Amerika Serikat.
"Jadi, PT.Muhibah mengembalikan biaya kepada kami, kami pun tidak tahu duit apa. Jumlahnya sekitar Rp8,4 miliar kan gitu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·