Layanan streaming over-the-top (OTT) VIU menghadirkan reality series kuliner original terbaru berjudul Bite Me Sweet. Berbeda dari kejuaraan baking pada umumnya, aktivitas ini menawarkan konsep unik dengan menjadikan dessert sebagai medium untuk membaca dan menerjemahkan karakter seseorang.
Dalam kejuaraan ini, para peserta tidak hanya ditantang membikin dessert dengan rasa dan tampilan terbaik, tetapi juga kudu bisa menerjemahkan kepribadian “muse” mereka ke dalam sebuah hidangan manis.
Yang menarik adalah salah satu pesertanya dari Indonesia. Ya, Luvita Ho, pemenang MasterChef Indonesia season ke-4 bakal bersaing berbareng chef dari Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Filipina. Masing-masing peserta membawa pengaruh budaya dan produktivitas kuliner nan menampilkan keberagaman serta penemuan dessert modern unik Asia Tenggara.
Menurut Luvita, dessert bukan sekadar makanan penutup, tetapi juga bisa menjadi representasi karakter seseorang.
“Dessert memerlukan tingkat presisi nan tinggi. Implementasi rasa, tekstur, dan tujuan dessert tersebut disajikan bisa menunjukkan karakter seseorang, apakah perfeksionis, risk taker, alias autentik,” ujar Luvita Ho dalam siaran tertulisnya.
Dalam kejuaraan ini, Luvita dipasangkan dengan Lee Sae-on, salah satu rising star asal Korea Selatan. Bersama Lee Sae-on, Luvita kudu menciptakan dessert yang terinspirasi dari karakter dan kepribadian sang muse.
Proses imajinatif tersebut rupanya dimulai jauh sebelum memasak. Luvita mengungkapkan bahwa dia terlebih dulu melakukan observasi mendalam untuk memahami karakter orang nan menjadi inspirasinya.
“First impression matters. Setiap orang punya vibe nan berbeda. Aku biasanya perhatikan langkah mereka berbicara, style berpakaian, sampai daya nan mereka bawa,” jelasnya.
Dari pengamatan tersebut, Luvita mulai membayangkan visual, rasa, hingga tekstur dessert yang paling tepat untuk menggambarkan karakter muse-nya.
“Dari situ saya bisa membayangkan visual dan tekstur dessert yang paling sesuai untuk menggambarkan karakter mereka,” lanjutnya.
Bagi Luvita, rasa mempunyai hubungan emosional nan kuat dan bisa menjadi bahasa universal untuk menggambarkan identitas seseorang. “Rasa adalah bahasa emosi nan paling universal,” tambahnya.
Konsep inilah nan membikin Bite Me Sweet lebih dari sekadar kejuaraan memasak. Program ini menghadirkan eksplorasi menarik tentang gimana makanan bisa menjadi sarana ekspresi, nan menghubungkan rasa, emosi, dan identitas dalam satu pengalaman.
Luvita mengungkapkan bahwa kerjasama antara chef dan muse dari latar budaya berbeda menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam perihal komunikasi. “Perbedaan bahasa dan kultur membikin komunikasi jadi tidak selalu mudah. Kadang kami mengandalkan bahasa tubuh untuk saling memahami,” jelas dia.
Namun menurut dia, justru dari tantangan itulah produktivitas semakin berkembang. Perbedaan budaya dan perspektif pandang memperkaya proses pembuatan dessert yang unik dan penuh makna.
Tak hanya mengangkat bumi kuliner, Bite Me Sweet juga menggabungkan inspirasi dari camilan Korea dengan unsur style hidup seperti kecantikan dan fashion. Acara ini juga sudah tayang sejak 17 April 2026.
Nantinya pemenang utama bakal mendapatkan kesempatan untuk membuka pop-up store Bite Me Sweet di Singapura.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·