JK Bertemu Tokoh Perdamaian Malino Poso-Ambon Respons Polemik Ceramah di UGM

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Suasana pertemuan Jusuf Kalla dengan pelaku sejarah perundingan tenteram Malino I untuk Poso dan Malino Il untuk Maluku di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (21/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menggelar pertemuan dengan para pelaku sejarah perundingan tenteram Malino I untuk Poso dan Malino II untuk Maluku di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan tokoh Muslim dan Kristen dari kedua wilayah tersebut.

Pertemuan ini dilakukan di tengah polemik potongan video ceramahnya di Universitas Gajah Mada (UGM) nan berujung pada pelaporan polisi.

"Terima kasih untuk pertemuan, pertemuan ini untuk memberikan situasi lebih baik," ujar JK dalam pertemuan tersebut.

"Saya mengundang bapak-bapak, teman-teman dari Ambon dan Poso untuk memberikan pengertian kepada kita semua, berbagi pengalaman," tambahnya.

Suasana pertemuan Jusuf Kalla dengan pelaku sejarah perundingan tenteram Malino I untuk Poso dan Malino Il untuk Maluku di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (21/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kesempatan itu, JK menjelaskan bahwa ceramahnya di UGM sebenarnya membicarakan tentang proses perdamaian bumi dan nasional. Ia menyebut di Indonesia terdapat 15 bentrok besar, di mana salah satu pemicunya adalah persepsi nan salah mengenai aliran kepercayaan saat terjadi konflik.

"Saya bilang ada bentrok lantaran agama. Konflik lantaran kepercayaan itu, kenapa? Karena tiba-tiba orang merasa bahwa jika dia berjuang, meninggal alias mematikan, dia bakal masuk surga. Itu kasus di Poso dan Maluku bukan keseluruhan, bukan keseluruhan," jelas JK.

Sejumlah tokoh kepercayaan nan datang dari Poso di antaranya Pendeta Rudolf Metusala, Pendeta Rinaldi Damanik, Pdt. Jetroson Rense, Pdt. Dajaramo Tasiabe, Ustaz Sugianto Kaimuddin, Ustaz Muh. Amin, Ustaz Samsul Lawenga, dan Ustaz Mualim Fauzil.

Sementara dari Maluku datang Pdt. Prof. John Ruhulessin, Prof. Hasbullah Toisutta, dan Ustaz Hadi Basalamah.

Suasana pertemuan Jusuf Kalla dengan pelaku sejarah perundingan tenteram Malino I untuk Poso dan Malino Il untuk Maluku di JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (21/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebelumnya diberitakan, potongan video pidato JK di UGM pada Maret 2026 dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) atas dugaan penistaan agama.

Namun, pihak JK menegaskan bahwa pernyataan tersebut dipotong dan tidak utuh, lantaran tujuan aslinya adalah menceritakan pengalaman meredam doktrin keliru nan memicu bentrok di masa lalu.

"Mudah-mudahan Allah mengampuni para pemfitnah itu. Al-fitnatu asyaddu minal qatl. Fitnah itu lebih sadis dari pembunuhan. Semua memfitnah saya," kata JK di kediamannya, Sabtu (18/4).

video from internal kumparan

Terkait substansi pidatonya di UGM, JK juga sempat meluruskan bahwa dirinya sama sekali tidak sedang menistakan aliran kepercayaan Islam maupun Kristen. Kalimat nan dia lontarkan adalah rekam jejak kebenaran sosiologis mengenai strateginya dalam bentrok berdarah di Poso dan Ambon puluhan tahun silam.

"Jadi konteks pernyataan saya di UGM itu hanya dua kalimat menceritakan kenapa mereka mau saling membunuh, lantaran mereka salah mengerti menganggap itu jalan ke surga. Saya membantah pemahaman mereka nan salah itu," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan