
Timnas Indonesia U-17 bersiap hadapi Piala Asia U-17 2026. (Foto: PSSI)
JEDDAH – Ujian berat menanti Timnas Indonesia U-17 dalam mengawali petualangan mereka di panggung Asia. Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan bakal menghadapi tantangan perdana melawan Qatar U-17 pada laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026.
Pasukan didikan Kurniawan Dwi Yulianto ini berada di grup nan tergolong neraka. Tergabung berbareng raksasa sepak bola Asia seperti Jepang dan China, serta kekuatan Timur Tengah, Qatar, Timnas Indonesia U-17 dituntut untuk finis di posisi dua besar jika mau melaju ke perempatfinal sekaligus mengamankan tiket menuju Piala Dunia U-17 2026.
1. Butuh Amunisi tambahan
Guna mendongkrak kualitas permainan pasca-hasil kurang memuaskan di arena Piala AFF U-17 2026 sebelumnya, pembimbing Kurniawan berpotensoi memanggil tiga pemain diaspora tambahan untuk memperkuat kedalaman skuad. Ketiganya adalah Mathew Baker (Melbourne City FC), Mike Rajasa (FC Utrecht), dan Noha Pohan (NAC Breda).
Hadirnya Mathew Baker dan Mike Rajasa menjadi angin segar mengingat keduanya merupakan pilar saat Timnas Indonesia U-17 berkompetensi di Piala Dunia U-17 2025 lalu. Pengalaman mereka saat menumbangkan Honduras di level bumi diharapkan bisa menular kepada rekan-rekan setimnya.
Timnas Indonesia U-17 vs Vietnam U-17. (Foto: PSSI)
Sementara itu, kembalinya Noha Pohan nan sempat tercoret dari skuad Piala Dunia tahun lampau membuktikan bahwa persaingan internal tim sekarang semakin kompetitif dan berkualitas.
2. Dukungan Publik
Di luar aspek teknis, Kurniawan Dwi Yulianto menekankan kunci keberhasilan anak asuhnya terletak pada kekuatan psikologis. Pelatih nan berkawan disapa KDY ini terus menanamkan winning mentality alias mentalitas pemenang kepada Mierza Firjatullah dan kawan-kawan selama masa persiapan.
Menurut Kurniawan, pemain muda sangat rentan terhadap tekanan, sehingga support dari para fans menjadi komponen vital.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·