Penelitian terbaru dalam jurnal PNAS memperkenalkan HairTime, sebuah perangkat uji noninvasif nan bisa memetakan ritme sirkadian seseorang hanya dari sampel sel folikel rambut. Teknologi ini menjadi solusi praktis menggantikan metode standar DLMO nan rumit dan memerlukan pengambilan sampel darah alias air liur berulang kali. Dengan HairTime, sampel dapat diambil secara berdikari kapan saja tanpa support medis, menjadikannya terobosan besar dalam memantau jam internal nan mengatur siklus tidur hingga metabolisme tubuh.
Secara teknis, HairTime bekerja dengan menganalisis ekspresi 17 biomarker transkrip genetik pada akar rambut menggunakan algoritma machine learning. Teknologi ini mempunyai tingkat kecermatan nan sangat tinggi dengan deviasi kurang dari satu jam dibandingkan tes laboratorium konvensional. Selain menentukan fase waktu (fase), HairTime juga bisa mengukur kekuatan ritme genetik alias "skor amplitudo", nan memberikan info tambahan mengenai gimana penuaan alias penyakit tertentu memengaruhi jam biologis manusia.
Dalam pengetesan terhadap lebih dari 4.000 individu, HairTime membuktikan skalabilitasnya untuk penelitian dunia lantaran sampel rambut stabil disimpan pada suhu ruangan. Data tersebut mengungkap gimana aspek style hidup, seperti agenda kerja dan paparan cahaya, dapat mengubah waktu internal seseorang secara dinamis. Penelitian ini juga mengonfirmasi adanya kejadian plastisitas sirkadian, di mana ritme tubuh seseorang bisa mengalami pergeseran nyata antara hari kerja dan akhir pekan.
Ke depannya, HairTime bakal menjadi fondasi bagi pengobatan presisi berbasis waktu alias kronoterapi. Dengan mengetahui jam biologis perseorangan secara akurat, master dapat menentukan waktu pemberian obat nan paling tepat untuk memaksimalkan efektivitas dan meminimalkan pengaruh samping. Selain berfaedah bagi pemantauan kesehatan pekerja sif dan penderita gangguan tidur, penemuan ini membuktikan bahwa sehelai rambut sekarang menjadi kunci untuk mengoptimalkan kesehatan sesuai dengan ritme alamiah tubuh.
Referensi:
Maier, B., Pilzak, L. K., Özcakir, S., dkk. (2026). HairTime: A noninvasive assay for estimating circadian phase from a single hair sample. Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), 123(13), e2514928123. doi:10.1073/pnas.2514928123.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·