Polda Jambi catat 45 bentrok melibatkan SAD selama lima tahun.
, JAMBI, – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi telah mencatat sebanyak 45 bentrok nan melibatkan Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi sepanjang periode 2021 hingga 2026. Konflik ini terjadi baik dengan pihak luar maupun secara internal, sebagaimana disampaikan oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dalam aktivitas Penguatan Stabilitas Sosial dan Edukasi Hukum bagi SAD, Kamis.
Program penguatan dan pemberdayaan SAD bermaksud agar mereka mendapatkan penjelasan serta kewenangan perlindungan norma nan setara dengan masyarakat lainnya. "Setiap suku di Indonesia tidak ada nan sempurna, semuanya mempunyai kekurangan. Namun, nan terpenting adalah gimana kita saling memahami dan menjaga keharmonisan," ujar Irjen Pol. Krisno.
Menurut Kapolda, SAD mempunyai kewenangan nan sama sebagai penduduk negara untuk mendapatkan perlindungan, keadilan, dan pengakuan di hadapan hukum. Data menunjukkan bahwa intensitas bentrok nan terjadi selama lima tahun terakhir memerlukan penanganan serius.
"Saya mengapresiasi upaya mediasi nan telah dilakukan sehingga tercipta perdamaian. Namun, ke depan, saya minta tidak boleh ada lagi bentrok nan terjadi," tegas Kapolda.
Langkah Edukasi Hukum
Edukasi norma dinilai sebagai langkah strategis agar masyarakat SAD memahami kewenangan dan kewajibannya. Selain itu, mereka diharapkan bisa beradaptasi dengan perkembangan era tanpa meninggalkan identitas budaya.
Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, dalam sambutannya menyampaikan support penuh terhadap aktivitas tersebut sebagai corak upaya mewujudkan kesetaraan sosial. "Tidak ada perbedaan antara satu suku dengan nan lain. Semua mempunyai kedudukan nan sama lantaran kita semua bersaudara," ujarnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan obrolan golongan terarah (focus group discussion/FGD) guna merumuskan langkah strategis dalam pemberdayaan SAD. Polda Jambi berkomitmen terus bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk mendorong pemberdayaan berkepanjangan demi terciptanya stabilitas sosial nan inklusif dan berkeadilan.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·